Dari Buffon untuk yang Senantiasa Dipunggunginya

Dari Buffon untuk yang Senantiasa Dipunggunginya

“Usiaku 12 ketika aku mulai memalingkan wajahku darimu, melupakan masa lalu demi memberimu jaminan di masa depan. Aku sudah bertindak menurut kata hati. Aku telah bertindak dengan naluri. Tapi di hari ketika aku berhenti menatapmu juga menjadi hari aku mulai mencintaimu. Untuk melindungimu, demi menjadi pelindungmu yang pertama dan terakhir, aku sudah berjanji pada diri … Continue reading

Kisah Miris dari Ennio Tardini

Kisah Miris dari Ennio Tardini

Prolog Aku tahu aku sudah bukan apa-apa bagimu, begitupun sebaliknya. Tetapi entah mengapa, begitu pedih rasanya hati ini melihatmu sekarat, menunggu ajal. Terlintas kembali memori indah bersamamu, ketika aku selalu mendukungmu tanpa pamrih, ketika kau mengajarkan banyak hal kepadaku dan memori lain yang begitu membekas. Bagiku, kau akan selalu ada di hati. Hanya doa yang … Continue reading

Pemimpin?

Pemimpin?

“Menurut kamu, apa arti pemimpin?” Tiba-tiba aja pertanyaan itu dilontarkan ke saya oleh salah seorang senior di saat masa pemilu organisasi yang saya ikuti. Karena saat itu saya masih seorang anggota biasa yang masih bau kencur, polos dan tak berdosa (halah), saya agak bingung menjawabnya. Tapi entah kenapa, kalimat yang kemudian keluar dari mulut saya … Continue reading

Apalah Arti Bahasa

Apalah Arti Bahasa

. Pernahkah kamu merasa nyaman berbicara lantang dengan bahasamu sendiri sementara orang-orang di sekitarmu justru tidak mengerti ucapanmu. Sesekali kamu mengomentari mereka sambil memalingkan wajah, mengelabui mereka, sehingga tiada satupun yang sadar bahwa sebenarnya mereka sedang dibicarakan olehmu. Kamu seakan menikmati ketidakmengertian mereka, menikmati keberbedaan bahasamu. Walaupun kadang kala terbersit angan di kepalamu, berharap ada … Continue reading

Di Sebuah Warung Kopi

Di Sebuah Warung Kopi

… Di salah satu sudut ruangan, seorang gadis berambut pirang duduk menghadap jendela. Kedua tangannya ditopangkan ke dagu sambil sesekali ia memejamkan mata. Sebuah buku tulis dibiarkan terbuka di depannya. Apakah ia sedang memikirkan sesuatu? Atau mungkin saja ia hanya sedang mencoba untuk terlelap lalu bermimpi, menikmati kesendirian di keramaian tempat ini. Beberapa kursi di … Continue reading

Panggilan Sembilan Puluh Detik

Panggilan Sembilan Puluh Detik

Pernahkah kamu merindukan percakapan hangat di sebuah meja makan… tanpa melihat saudara atau temanmu memainkan sebuah handphone? Pernahkah kamu merindukan perhatian utuh dari pasanganmu… saat sedang berdua? Perhatian yang tak terbagi dengan telepon genggamnya? Seringkah kamu berada di sebuah kerumunan.. dimana semua orang asyik dengan dirinya sendiri? Menikmati kesendirian di sebuah kebersamaan. Di sisi lain, … Continue reading