Puisi GIE

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa..
Pada suatu ketika yang kita ketahui.

Apakah kau masih selembut dahulu
memintaku meminum susu dan tidur yang lelap,
sambil membenarkan letak leher kemejaku?

Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih,
lembah mandalawangi..
Kau dan aku tegak berdiri melihat
hutan-hutan yang menjadi suram.
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin

Apakah engkau masih membelaiku semesra dahulu?
ketika ku dekap, kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat…

Apakah engkau masih akan berkata,
“ku dengar detak jantungmu”

Kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam CINTA…

(dicuplik dari Film Soe Hok Gie)

* Didedikasikan untuk seseorang….

Advertisements

All About Engineers

Ga sengaja menemukan file lama di kompi, ternyata lucu juga pas dibaca…^_^

> PUTRI KATAK
Sang engineer berjalan cepat melintasi tepi sungai, ketika terdengar suara panggilan. Setelah diamati, ternyata suara itu berasal dari seekor katak.
“Hai tunggu,” kata si katak, “Aku sebenarnya putri yang cantik, tapi sedang dikutuk. Tapi kalau kamu menciumku, aku bisa jadi putri lagi. Ciumlah aku!”
Dengan hati-hati si engineer memungut si katak, lalu memasukkannya ke saku jaketnya.
Si katak berteriak, “Hai, ciumlah aku! Kalau aku sudah jadi putri, aku mau jadi pacarmu semalam.”
Si engineer cuma tersenyum kecil.
“Iya deh, nggak semalam. Seminggu penuh deh!!!” teriak si katak.
Si engineer senyum lebar, mengeluarkan katak dari saku, mengelus-elusnya, kemudian memasukkan kembali ke saku.
Si katak berteriak putus asa, “Ya deh, aku mau jadi pacar kamu seumur hidup. Tapi cium aku dong. Nanti aku jadi putri yang cantik sekali, yang akan menemani kamu selamanya.”
Akhirnya si engineer buka suara juga.
“Hey. Tahu nggak. Aku itu engineer. Aku nggak punya waktu buat pacaran. Tapi punya katak yang bisa bicara, keren juga.”

> TEBAKAN KELAS TINGGI
Si programmer dan engineer berada dalam sebuah perjalanan panjang di pesawat terbang. Si engineer tidur dengan lelap. Tapi si programmer duduk gelisah. Setelah lama bingung mencari kegiatan, si programmer membangunkan engineer dan mengajak main tebak-tebakan. Si engineer yang malas cuma menggeleng dan mencoba kembali tidur.
“Ayo dong,” desak si programmer, “Kita pakai taruhan. Yang kalah bayar sepuluh ribu ke yang menang.”
Si engineer masih menolak dengan halus.
“Begini saja,” kata programmer, “Kalau aku nggak bisa jawab pertanyaanmu, aku bayar seratus ribu. Kalau kamu nggak bisa jawab pertanyaanku, kamu bayar sepuluh ribu saja.”
Si engineer bosan diganggu, dan terpaksa setuju. Maka si programmer mengajukan pertanyaan pertama,
“Berapa jarak dari Matahari ke planet Pluto?”
Si engineer langsung menyerah dan menyerahkan sepuluh ribu rupiah. Si programmer dengan sukacita menantang pertanyaan dari engineer.
Maka si engineer bertanya, “Apa yang naik dengan tiga kaki dan turun dengan lima kaki?”
Si programmer bingung. Tapi ia tak mau menyerah. Maka ia membuka notebooknya, dan mencari berbagai referensi. Setelah gagal, ia menyambungkan modem radio, dan mencari referensi ke Internet. Masih gagal, ia berkirim mail ke seluruh mail list yang diikutinya untuk menanyakan soal itu. Tapi tidak ada yang bisa menjawab.
Putus asa, ia menyerahkan seratus ribu rupiah ke engineer yang masih terkantuk-kantuk. Si engineer tenang menerimanya dan memasukkannya ke saku. Si programmer, penasaran, membangunkan si engineer, dan bertanya lagi,
“Jadi, apa jawabannya?”
Dengan malas, si engineer menggelengkan kepala, mengeluarkan sepuluh ribu rupiah, menyerahkannya ke si programmer, lalu tidur lagi.

> REKAYASA GENETIK
Sang engineer akhirnya bisa menemui Tuhan. Dengan sombong, dia berkata,
“Hai Tuhan. Lama-lama aku bisa menjadi Tuhan juga. Aku bisa menciptakan makhluk hidup, bahkan bisa menciptakan manusia.”
Tuhan berfirman, “Coba buktikan.”
Maka sang engineer membungkuk, dan mengambil debu dan tanah-tanah.
Tetapi Tuhan bertanya, “Apa yang kau lakukan? Ayo, jangan main tanah. Buatlah makhluk hidup.”
Kata sang engineer, “Aku akan membuat manusia dari tanah.”
Dan Tuhan menjawab, “Tidak boleh. Itu tanah kepunyaanku. Kamu harus pakai tanahmu sendiri.”

> SOAL HARGA
Sore di taman. Dua engineer berpapasan. Satu sedang jogging dan satu mengendarai sepeda yang bagus.
“Hai, sepedamu bagus. Baru ?”
“Bisa dibilang baru. Ada gadis manis memberikannya padaku tadi.”
“Baik sekali! Bagaimana ceritanya ?”
“Aku juga heran. Tadi aku sedang jogging. Gadis manis itu naik sepeda ini. Dia berhenti, mengerlingkan mata, lalu turun. Kami jalan bersama sebentar. Tiba-tiba dia mengajakku masuk ke semak-semak. Di sana dia membuka seluruh pakaiannya.
Lalu katanya, ‘sekarang, ambillah milikku yang paling berharga’. Ada training pack, ada sepatu, dan ada sepeda.  Jadi aku ambil sepedanya.”
“Ya dong. Tentu. Lagipula training pack dan sepatunya belum tentu seukuran dengan kamu.”

> ISTRI ATAU PACAR ?
Tiga engineer berbincang santai. Di luar kebiasaan, kali ini mereka memperbincangkan soal istri dan pacar.
“Saya lebih suka punya pacar,” kata engineer pertama.
“Lebih bebas. Tidak terikat waktu. Dan lebih mesra.”
“Istri justru lebih mesra,” kata engineer dua.
“Lagipula lebih santai. Dan jelas kita lebih terurus, sehingga bisa berfokus lebih banyak pada engineering.”
“Kalau saya, lebih suka punya istri dan pacar sekaligus,” kata engineer ketiga.
“Malam-malam, istri saya mengira saya sedang serong ke pacar saya. Pacar saya mengira saya kembali ke istri saya. Padahal saya lagi asyik dengan eksperimen di lab, tanpa gangguan.

> PERANCANG ANATOMI
Tiga engineer muda asyik berdebat. Topiknya adalah tentang anatomi manusia.
Mereka bersitegang tentang siapa sebenarnya perancang anatomi manusia itu.
“Pasti engineer mesin,” kata engineer pertama.
“Lihat, sistem kendali mekaniknya yang nyaris sempurna. Tarikan katrol dan pengungkitan yang halus, serta …”
“Itu artinya bukan engineer mesin, tapi engineer elektro,” tukas engineer kedua.
“Yang kamu tunjukkan berkaitan dengan sistem kendali syaraf yang luar biasa presisinya.”
Kata engineer ketiga, “Menurut aku sih, pasti engineer sipil. Siapa lagi yang punya kebiasaan menempatkan saluran limbah berdekatan sekali dengan kawasan rekreasi.”

> STEINMETZ
Charles Proteus Steinmetz adalah engineer elektrik handal yang terkenal, yang dulu bekerja di General Electric. Pernah meja-meja kerja di GE diberi tanda ‘No Smoking’.  Steinmetz segera menambahi tulisan di bawahnya,  sehingga terbaca ‘No Smoking,  No Steinmetz’, lalu ia pulang.
Tak lama kebijakan itu dicabut.
Setelah Steinmetz pensiun, pernah GE mengalami kerusakan mesin yang parah.  Karena tak ada satu engineer pun yang dapat menangani, akhirnya Steinmetz dipanggil kembali sebagai konsultan. Steinmetz berkeliling mesin-mesin, mengukur di sana-sini, dan mencatat di sebuah buku kecil. Beberapa saat kemudian, ia mengambil kapur tulis, dan memberi tanda silang ‘X’ besar di sebuah modul. Para engineer melepas modul itu, dan segera menemukan kerusakan di bagian itu.  Setelah bagian itu diganti, mesin berfungsi normal.
Steinmetz menagih GE sebesar $10000. Tapi eksekutif GE berkeberatan.
Mereka bilang, “Masa hanya untuk sebuah tanda silang, kita harus bayar sedemikian besar.”
Maka mereka meminta Steinmetz untuk memberikan rincian tagihan.
Steinmetz pun membuat rincian sebagai berikut:
Membuat tanda silang $ 1.00
Menentukan posisi tanda silang $ 9999.00
Total $ 10000.00

> TINGGI TIANG
Beberapa engineer muda sedang berbincang di bawah tiang bendera. Mereka sedang membandingkan cara terbaik untuk menghitung tinggi tiang itu.
Sedang asyik-asyiknya berbincang, datanglah seorang engineer senior. Setelah mengetahui persoalannya, si engineer senior mengangkat tiang itu, merebahkannya ke tanah, mengeluarkan meteran dari sakunya, dan mulai mengukur.
“Tiga meter delapan puluh dua centimeter. Mudah kan? Cepat dan praktis.”
Seorang engineer muda menyanggah,”Tapi kita mau mengukur tinggi tiang, bukan panjang tiang.”

 

 

Masih mau “PERANG AIR”?

Salam Hijau!

Ketika pertama kali masuk ITB, banyak hal yang saya kagumi dari kampus ini yang akhirnya membuat saya bangga telah menjadi mahasiswa ITB. Acara “wisudaan” di ITB mungkin salah satu yang paling unik diantara Perguruan Tinggi lain di Indonesia. Budaya arak-arakan dan perang air menjadi ciri khas acara wisudaan di ITB. Untuk arak-arakan, tentunya hampir sebagian besar dari kita ingin sekali diarak saat tiba waktu kelulusan nanti. Untuk yang satu ini, saya masih sepakat. Walaupun beberapa tahun belakang, rektorat getol untuk melarang budaya yang satu ini.karena acap kali selalu terjadi keributan saat arak-arakan berlangsung.

Untuk Perang Air, apakah masih sepakat?hmm…tampaknya harus berpikir berulang kali..

Beberapa hari yang lalu, ketika saya ada di Yogyakarta untuk sosialisasi sebuah kegiatan lingkungan, saya dikejutkan oleh sms dari teman saya; “Ka, himpunan X (maaf tidak bisa saya tulis disini himpunan yg dimaksud) katanya akan menyiapkan 15.000 kantong air untuk perang Air di wisudaan kali ini”!
Saat itu juga saya langsung mengontak teman saya yang merupakan mantan sekjen di himpunan tersebut untuk mengklarifikasi sekaligus mencegah hal itu.
Dan hari ini, saya baru saja mendapat kabar dari beberapa teman saya, bahwa beberapa himpunan telah siap dengan kantong-kantong air mereka, jumlahnya sangat fantastis, ada yang 7.500, 2.000, dsb!!

Entah, sejak kapan budaya perang air ini berlangsung. dan saya juga tidak tahu apa esensi dari budaya ini. Saya sangat sepakat bahwa hari wisuda merupakan salah satu hari terpenting kita di ITB, dan tentunya perlu kita syukuri atau rayakan. Tapi apakah harus dengan budaya seperti ini?? Budaya hura-hura dan sama sekali tidak ada hal positif di dalamnya. apakah ini cerminan dari watak seorang mahasiswa ITB?

Mari coba kita tilik tentang PERANG AIR itu sendiri. Hanya ada 2 elemen memang yang ada di dalam perang air ini, yaitu kantong plastik dan air.

KANTONG PLASTIK… Tentunya kita sudah sangat tau, bahwa Bandung dan ITB sangat bermasalah dengan yang namanya sampah. dan sebagian besar dari sampah itu merupakan sampah plastik! Saya pernah mendengar cerita bahwa ada jerapah di kebun binatang Bandung yang mati, dan ketika perutnya dibedah, banyak sekali sampah plastik di dalamnya. Mungkin sebagian besar dari kita pun pernah mendengar tentang permasalahan-permasalahan lain dari sampah plastik ini. Bahkan, di ITB sendiri belum ada sistem yang dapat mengolah sampah ini. Perlu teman-teman ketahui, semua sampah plastik ini akan berujung di PPS Sabuga, dibakar di Incenerator kita, yang kemarin baru saja diganti seharga 370 juta!

Lalu..masih adakah alasan untuk kita menghambur-hamburkan plastik ini?Ketika setiap himpunan kita menyiapkan perang air, berapa banyak kah sampah plastik yang akan terbuang begitu saja? Ambilah setiap himpunan membuat 5000 kantong air, itu artinya ada 145.000 kantong plastik berserakan di ITB dalam sekejap mata!!!

AIR…Semua dari kita tentu saja tau, betapa pentingnya elemen yang satu ini bagi kehidupan manusia. Kita, yang ada di Bandung, mungkin tidak begitu terasa sulit untuk mendapatkan air bersih.Bandung memang salah satu wilayah yang memiliki sumber daya air bersih yang cukup untuk masyarakatnya. Tapi apakah dengan itu kita akan semena-mena dalam menggunakan air??
Saya pernah diceritakan bahwa beberapa sekolah di Australia sana, menyuruh murid-muridnya untuk selalu mengukur jumlah air yang mereka gunakan untuk mandi setiap harinya!dan meraka menggunakan tidak lebih dari satu ember setiap kali mandi!Hal ini mereka lakukan dalam rangka menghemat AIR!!

Kita tidak perlu jauh-jauh melihat ke negara tetangga, di negara kita sendiri masih banyak wilayah-wilayah yang sangat kekurangan air bersih!Mereka harus mengantri, atau berjalan berkilo-kilometer untuk bisa mendapatkan se-ember air bersih!
Lalu masih adakah alasan untuk kita menghambur-hamburkan air??

Sumber air dari perang air itu sendiri tentunya merupakan air yang tergolong bersih, baik itu yang mengambil dari Kolam Indonesia Tenggelam,air ledeng dekat himpunan, maupun dari sumber lainnya. Dan tahukah teman-teman berapa rekening air ITB tiap bulannya? 100 juta!!
Sangat ironis ketika kita masih menghambur-hamburkan air untuk hal yang tidak esensial sama sekali!

Wahai teman-temanku, para pemimpin lembaga, mari kita introspeksi diri, apa yang salah dari kita, apa yang salah dengan mahasiswa ITB. Bukankah kita ingin menjadi World Class University, bukankah kita ingin menjadi yang terdepan di negara ini? Tapi bila kita masih melakukan kegiatan yang sama sekali tidak berdampak positf bahkan cenderung negatif, dan tidak esensial sama sekali, masih pantaskah kita menjadi Institut Terbaik Bangsa? Jawabannya ada dalam hati teman-teman semua!

Saya dan beberapa teman-teman sedang berjuang untuk mewujudkan ITB sebagai Eco-Campus, kampus yang berwawasan lingkungan. dan tentu saja ini menjadi tanggung jawab kita bersama, seluruh civitas akademika ITB!
Baru saja beberapa waktu yang lalu kita, kemahasiswaan dan rektorat ITB mendeklarasikan “ITB Eco-Campus”. Apakah kita akan minciderai semangat ITB Eco-Campus ini? Saya harap tidak!

Masih ada waktu untuk menuju Wisudaan hari Sabtu ini. Masih ada waktu untuk menghentikan semuanya. Masih ada waktu sebelum semuanya benar-benar terlambat..

Mari kita wujudkan wisudaan hari Sabtu ini bebas dari sampah plastik dan air yang terbuang percuma!!

UNTUK INDONESIA DAN BUMI YANG LEBIH BAIK!

Best Regards,

Burhanudinsyah
Teknik Kelautan 06
Koord. Ganesha Hijau ITB 09/10

(berikut saya lampirkan beberapa foto: foto deklarasi Eco-Campus, foto acara perang air (didapat dari internet-mohon maaf bila mendeskritkan salah satu himpunan tertentu), dan foto kelangkaan air bersih)

Deklarasi ITB Eco-Campus

Deklarasi ITB Eco-Campus

perang air.

perang air.

perang air lagi..

perang air lagi..

Lihatlah mereka, betapa sulitnya mendapatkan air bersih..Air ini bahkan tidak lebih bersih dari air kolam Intel..

Lihatlah mereka, betapa sulitnya mendapatkan air bersih..Air ini bahkan tidak lebih bersih dari air kolam Intel..

masih sulit mendapatkan air..

masih sulit mendapatkan air..

<<>>

*dipostingkan pada tanggal 8 April 2010, dengan link asli:

https://www.facebook.com/notes/burhanudin-syah/masih-mau-perang-air/378218911475

Tentang TAI

Tentang TAI

Akulah si buruk rupa
itulah penilaian manusia terhadapku
Entah kenapa, tapi mungkin itu semua
karena memang rupaku yang tak pernah dianggap
estetis yang masterpiece

Memang sih,,,
bentukku nggak pernah konsisten
kadang bulet…kadang lonjong…
kadang bulet…kadang lonjong..

warnaku pun tak pernah tetap
hari ini coklat..besok bisa kuning,
besok kuning..lusa bisa coklat lagi..

Tapi..
Aku juga sebenernya konsisten loh..
Untuk satu hal..
AKU BAU!!
SELALUUU BAU
BAU..BAU..BAU..!
BAUUU BANGET!!!

Gak pernah ada satupun manusia
yang bilang aku wangi
menyenangkan
nikmat..
SADAAPPP..

mungkin hanya orang gila kali.

Manusia selalu menganggapku hina
bahkan sering mengaitkanku dengan sesuatu yang
buruk, jahat, tidak berguna…
bahkan memakai namaku untuk memaki..
dan menghina sesamanya..

Aku,..buruk rupa,..oke..
Aku,..BAU,..oke..
aku akui itu..

tapi aku tak berguna??

TUNGGU DULU..

..coba saja kalo aku ngambek..
nggak mau keluar..
nggak mau tampil di dunia
sehariii saja
hanya satu kali 24 jam kok!!


kira-kira..apa yang akan terjadi dengan dunia ini?

berapa banyak manusia yang akan mengeluh sakit
berapa banyak tanaman yang mati tidak diberi pupuk
berapa banyak hewan ternak yang mati tidak makan
berapa banyak bayi yang harus mati tidak minum susu sapi
berapa banyak manusia yang akan gelisah
nggak bisa kerja, makan, tidur, havin’ sex?
sakit,..lesu,..nggak bergairah,..lemah,..MATI!!!


Aku jadi bertanya,..
sebenarnya siapa sih yang nggak konsisten?
siapa sih yang tidak berguna?
siapa sih yang butuh siapa?

siapa yang bilang kalo aku nggak penting?
siapa yang bilang kalo aku bukan masterpiece?
siapa yang bilang kalo aku nggak bisa buat manusia menderita?

akulah masterpiece!!
aku penting!!
kalian butuh aku!!
karena aku adalah..

TAI

karangtumaritis Lembang, 26 maret 2005

-fitrah hadirgaluh