Dua Pertanyaan Sulit

PERTANYAAN 1

Jika Anda tahu ada seorang wanita diketahui hamil, tetapi dia telah melahirkan 8 anak, dimana tiga anak diantaranya tuli, dua anak buta, satu anak keterbelakangan mental, dan wanita ini ternyata mengidap syphilis.

Apakah Anda akan merekomendasikan wanita ini untuk melakukan aborsi?

Baca  pertanyaan berikutnya sebelum scrolling ke bawah untuk melihat jawabannya.

PERTANYAAN 2

Inilah saatnya untuk pemilihan pemimpin dunia yang baru, suara Anda diperhitungkan. Berikut adalah fakta-fakta tentang tiga kandidat yang paling menonjol:

Kandidat A: Diasosiasikan sebagai politisi penipu, percaya pada para astrologist. Dia memiliki dua wanita simpanan. Dia juga pecandu rokok dan minuman, 8 sampai 10 martini per hari.

Kandidat B: Dia dipecat dari kantor dua kali, tidur hingga siang hari, menggunakan opium saat masih kuliah dan minum satu liter whisky setiap malam.

Kandidat C: Dia terlihat sebagai pahlawan perang. Dia seorang vegetarian, tidak merokok, minum bir hanya sesekali dan belum punya permasalahan perselingkuhan.

Siapa kandidat yang akan Anda pilih?

Tentukan sekarang, tidak boleh mengintip, setelah itu baru scrolling ke bawah untuk mengetahui jawabannya.

>>>

>>>

>>>

>>>

>>>

>>>

>>>

>>>

>>>

>>>

>>>

>>>

>>>

>>>

Kandidat A adalah Franklin D. Roosevelt

>>>

>>>

>>>

Kandidat B adalah Winston Churchill

>>>

>>>

>>>

Kandidat C adalah Adolph Hitler

>>>

>>>

>>>

Dan by the way, jawaban tentang pertanyaan aborsi di atas, bila Anda menjawab iya (merekomendasikan untuk diaborsi), Anda baru saja membunuh Beethoven!

Cukup menarik bukan? Jadi, berpikirlah terlebih dahulu sebelum men-judge seseorang.

Remember, amateurs built the ark, proffesionals built the Titanic!

 

*Artikel ini saya lupa dapat dari mana dan sumbernya pun tidak tahu. Saya dapat ketika awal-awal kuliah di Bandung. Artikel asli berupa bahasa Inggris. Jadi mohon maaf bila terjemahannya jadi sedikit aneh.

Advertisements

The Mystery of Wedding Invitation

Catatan Dr. John H. Watson

digital art by SherlocksScarf Aku akan menceritakan sebuah kisah yang cukup unik, bukan karena tingkat kesukaran kasusnya, tapi karena efeknya yang cukup unik bagi sobatku Sherlock Holmes. Saat itu di akhir bulan September, kami berdua baru saja menyelesaikan sarapan kami ketika tiba-tiba Mrs. Hudson masuk ke ruangan dan mengatakan bahwa ada seorang tamu yang ingin berkonsultasi dengan sobatku Holmes. Saat itu memang tidak banyak kasus yang sedang ditangani oleh Holmes, sehingga ada sedikit keceriaan di wajah dia ketika tau ada tamu yang datang.

“Semoga sebuah kasus yang menarik, Watson,” lirik Holmes kepadaku sambil tersenyum. Aku kemudian mempersilakan Mrs. Hudson untuk membawa tamunya masuk.

Klien kami kali ini adalah seorang pria dengan perawakan yang kurus dan tinggi, berpakaian sangat rapi dan bertampang cukup necis. Dilihat dari seragamnya sepertinya kilen kami ini adalah seorang pegawai negeri sipil di salah satu kementrian. Dia tampak membawa sebuah undangan pernikahan di tangan kirinya. Kemudian dia menceritakan apa yang membuat dia akhirnya datang berkonsultasi kepada Holmes. Rupanya dia menerima sebuah undangan pernikahan dari salah seorang rekan kerjanya. Di dalam undangan tersebut terdapat sebuah kuis teka-teki, seperti sebuah sandi. Dia sudah mencoba memecahkannya berhari-hari namun tetap tidak bisa. Dia ingin Holmes membantu memecahkan teka-teki itu, alasannya bukan karena dia ingin hadiah kuisnya tetapi karena dia ingin terlihat pintar bila tahu jawaban kuis itu. Sedikit aneh memang alasannya.

Holmes pun kemudian melihat undangan pernikahan yang dibawa oleh klien kami. Teka-tekinya sendiri berada di bagian belakang kartu RSVP. Tidak berapa lama Holmes terlihat tersenyum menyeringai, kemudian dia menuliskan sesuatu di secarik kertas dan memberikannya kepada klien kami. Klien kami sedikit tidak percaya bahwa Holmes telah memecahkan kode itu dengan begitu mudahnya. Lalu Holmes pun langsung berkata, “Aku berani bertaruh atas nama reputasiku sebagai detektif konsultan terbaik di dunia, bahwa itulah jawaban dari teka-teki itu.”

Setelah cukup puas dengan jawaban yang diberikan Holmes, klien kami pun meminta izin untuk pulang, namun sebelum itu klien kami menanyakan berapa uang yang harus dibayarkan untuk konsultasi ini. Anehnya, sobatku Holmes malah meminta undangan pernikahan yang klien kami bawa itu sebagai bayaran untuknya. Sempat sedikit ragu, tapi akhirnya klien kami memberikan undangan pernikahan tersebut. Mungkin bagi dia undangannya sudah tidak terlalu penting karena yang terpenting teka-tekinya telah terpecahkan.

Aku kembali bermalas-malasan di kursiku ketika klien kami sudah pulang. Tapi kemudian Holmes mengagetkanku, “Sobatku Watson, pesankan tiket ke Cirebon untuk tanggal 5 Oktober!” Sontak aku kaget, “Hah, ada apa dengan Cirebon, Holmes? Untuk apa kita kesana?”

“Untuk mendatangi sebuah resepsi pernikahan,” jawab Holmes enteng.

“Tapi pernikahan siapa?” Kemudian dia melemparkan undangan yang tadi dia minta dari klien kami.

“Tapi kita kan tidak mengenal kedua mempelai ini Holmes!”

“Tidak masalah kita tidak mengenal mereka, yang penting kita punya undangannya, dan aku sangat ingin melihat bagaimana rupa orang yang telah membuat undangan pernikahan seperti itu.”

“Memangnya apa yang aneh dengan undangan ini? Mengapa kau sampai penasaran dengan kedua mempelainya?”

“Memangnya kamu tidak melihat sesuatu yang unik di undangan itu Watson?” tanya Holmes sambil memasang senyum yang agak meremehkan.

Aku pun dengan terpaksa melihat-lihat undangan itu, “Ya, ini memang sedikit berbeda dibanding dengan undangan pernikahan pada umumnya. Ada teka-teki, pola-pola matematika dan beberapa angka di bagian dalamnya. Itu saja aku rasa. Mungkin mereka berdua suka matematika.”

“Sobatku Watson yang baik, kau memang tidak cepat belajar. Harusnya kau bisa lebih detail lagi dalam mengamati undangan itu. Di dalam undangan itu mengandung banyak sekali kode-kode yang mungkin bagi banyak orang terlihat hanya sebagai hiasan biasa. Aku rasa si pembuat undangan itu bukan orang biasa. Mereka sangat menyukai suatu yang berbau misteri, kode-kode rahasia atau semacamnya. Dan kau tau Watson, itu semua adalah keahlianku. Mungkin mereka tahu cukup banyak tentang kita Watson, itulah mengapa mereka membuat undangan seperti itu. Rasanya ini seperti sebuah tantangan untuk kita. Itulah kenapa aku ingin melihat langsung pernikahan ini Watson!” jawab Holmes dengan sedikit berapi-api.

“Tapi Holmes, memangnya apa saja yang terkandung di undangan ini?” tanyaku sedikit kesal.

“Baiklah Watson, akan aku jelaskan semuanya untukmu. Berikan padaku undangannya! Sekarang dengarkan baik-baik penjelasanku ini:

bentuk undangan tampak coverKita mulai dari bentuk dan tema bentuknya. Bentuk undangan ini adalah persegi panjang dengan tiga lipatan, yang kemudian akan menjadi limas segitiga, dan ini adalah sebuah kalender meja. Artinya, undangan ini mempunyai fungsi lain dari hanya sekedar undangan pernikahan Watson. Jadi sang penerima undangan tidak akan langsung membuang undangan ini setelah menerimanya. Undangan ini tidak menjadi sampah Watson. Aku berani jamin, salah satu atau keduanya adalah aktivis atau penggiat lingkungan. Mereka peduli terhadap permasalahan lingkungan yang terjadi sekarang! Nah, untuk tema bentuknya, mereka menggunakan tema amplop. Ini mungkin karena ketika dilipat ukuran undangannya identik dengan sebuah amplop. Atau mungkin mereka juga ingin memberi kesan bahwa ini adalah sebuah amplop yang memiliki suatu pesan di dalamnya. Cukup impresif Watson!

cover undangan2Kemudian kita lihat bagian cover depannya. Sekilas memang terlihat seperti amplop jaman dulu, warna dasar coklat muda seperti warna kayu dengan border garis-garis khas sebuah amplop, namun kali ini warnanya adalah warna pastel: biru muda dan merah muda. Sudah pasti sang mempelai wanitalah yang memutuskan kombinasi warna ini. Kombinasi yang cukup elegan Watson. Lalu lihatlah siluet perangko ini. Aku rasa ini adalah bentuk asli siluet wajah kedua mempelai, jadi ini bukanlah sekedar gambar siluet yang diambil dari google atau semacamnya. Untuk penempatan nama undangan yang dituju, mereka menggunakan konsep kartu RSVP, yang terpisah dengan bagian utama undangannya. Coba perhatikan di bagian bawah kartu RSVP ini Watson, ada sebuah barcode dengan angka 06102013. Ini bukanlah sekedar angka biasa tapi ini adalah tanggal pernikahan mereka!

ambigram editUntuk kuis teka-teki yang berada di bagian belakang kartu RSVP akan aku jelaskan terakhir. Berikutnya yang membuatku sangat terkesan adalah logo mereka. Coba perhatikan logo di bagian belakang cover ini. Ini adalah sebuah ambigram! Bila kita putar 180 derajat, tulisan ini memiliki arti yang sama, yaitu L dan B! Tentunya ini mengacu pada inisial kedua mempelai, Lia dan Burhan. Brilian Watson! Sangat jarang orang bisa membuat sebuah ambigram seperti ini!

Nah, sekarang coba kau lihat baik-baik bagian kalender ini Watson! Apakah kau melihat ada suatu pesan rahasia disini?”

kalender“Ya, aku melihat ada beberapa huruf dan angka di setiap bulan, dan kalau kita susun huruf-huruf yang berwarna hitam tersebut, maka kita akan mendapatkan kata : Lia dan Burhan!” jawabku mantap.

“Hanya itu?” tanya Holmes dengan sedikit meremehkan. Lalu aku mengangguk menyatakan bahwa memang itu yang aku dapatkan.

“Sobatku Watson, awalnya aku juga berpikir serupa sepertimu. Tapi setelah dilihat baik-baik, ternyata semua huruf dan angka tersebut bisa disusun dan memiliki makna, tidak hanya huruf berwarna hitam saja. Berikut adalah pesan lengkapnya:

Huruf/angkaf ke-1: GDG WISKAROSA – ini merujuk pada lokasi resepsinya, Gedung Wiskarosa.
Huruf/angka ke-2: 0800 06102013 – ini merujuk pada waktu akad nikahnya, yaitu jam 8 pagi, 6 Oktober 2013.
Huruf/angka ke-3: LIA DAN BURHAN – untuk orang pada umumnya, hanya ini yang mungkin bisa mereka lihat.
Huruf/angka ke-4: 1100 06102013 – ini merujuk pada waktu resepsinya, yaitu jam 11, 6 Oktober 2013.
Huruf/angka ke-5: CERBON MINGGU – ini tentunya merujuk pada lokasi kota dan hari pernikahan mereka.

Ada sedikit kesalahan memang di huruf ke-5 di bulan Juni, disitu tertulis huruf ‘M’ harusnya adalah ‘N’. Tapi rasanya ini hanya karena kekhilafan percetakan. Bagiku, ini sangat menarik Watson. Kode ini bisa membedakan mana orang yang teliti dan mana yang tidak.

Selanjutnya adalah sketsa komik ini. Kau pasti tau Watson, biasanya orang akan memasang foto mereka di undangan, bergaya layaknya foto model. Tapi kali ini mereka membuat sesuatu yang sangat berbeda. Sebuah sketsa perjalanan kisah mereka! Kita mulai dari sebelah kiri, aku yakin ini adalah kisah awal mula pertemuan mereka. Dilihat dari seragamnya, berarti mereka sudah saling mengenal sejak SMP! Tidak bisa dipercaya Watson, bagaimana bisa ada hubungan yang selama itu? Nah, berikutnya yang bagian tengah, ini merepresentasikan keadaan sekarang. Bagaimana kebiasaan mereka melakukan perjalanan dengan sebuah motor vespa. Kau tau Watson, vespa ini bukan sekedar pemanis sketsa, tapi pasti memiliki sebuah arti penting bagi mereka berdua. Yang terakhir adalah representasi masa yang akan datang, dimana mereka sudah tua menjadi kakek dan nenek, bersandar di sebuah pohon yang rindang, mungkin sambil bercerita tentang anak cucu mereka. Ya, sketsa ini adalah menggambarkan tiga masa perjalanan hidup mereka. Cukup romantis untuk sebuah undangan dengan tema misteri seperti ini Watson.”

sketsa komikAku tertawa kecil ketika Holmes menceritakan bagian ini. Karena aku mendapati dia beberapa kali melirik laci dimana dia menyimpan foto Irene Idler, satu-satunya wanita yang memiliki tempat tersendiri di pikiran Holmes. Ya mungkin dia jadi teringat wanita itu. Siapa sangka seorang Holmes pun bisa memiliki perasaan sentimentil.

“Kau salah Watson, aku tidak sedang memikirkan seorang wanita!” tiba-tiba saja Holmes menyela seperti bisa membaca pikiranku. “Aku hanya sedang memikirkan kasus-kasus kita yang terkait dengan sketsa foto, dan kau pasti masih ingat Watson, kasus A Scandal in Bohemia adalah salah satunya. Itulah mengapa aku beberapa kali melirik ke laci itu.”

“Terserah kau saja Holmes. Kalaupun kau memikirkan dia, rasanya itu sangat manusiawi,” jawabku sambil tersenyum.

“Ah, sudahlah Watson, mari kita lanjutkan membahas undangan ini. Sekarang kita lihat bagian dalam dari undangan ini. Terdapat berbagai pola matematika di background bagian dalam ini. Mungkin bagi sebagian besar orang, ini tidak lebih dari beberapa pola acak matematika, dan mereka akan mengambil kesimpulan bahwa kedua mempelai ini sangat suka matematika. Tetapi kalau lebih teliti lagi, sebenarnya ini adalah pola-pola yang memiliki makna Watson.

undangan bagian dalamKita lihat pola yang pertama. Nilai x merujuk pada tanggal pernikahan mereka, 6 Oktober 2013. Dan maksud limit x menuju tak hingga tentu saja adalah setelah pernikahan ini mereka berharap selalu bersama hingga selamanya yang dalam matematika tentu saja direpresentasikan dengan notasi tak hingga.

Pola kedua hanya mereprepola background 1sentasikan tanggal lahir mempelai wanita, 27 April 1989, dan mempelai pria, 3 November 1987.

Yang cukup menarik adalah pola ketiga Watson. Ini adalah sebuah perhitungan matematika sederhana dengan dua variabel l dan b, yang tentu saja merujuk pada inisial kedua mempelai. Rasanya kurang lebih arti dari perhitungan ini adalah sebagai berikut: (l + b)2 menunjukkan hal-hal baik dari mereka berdua, (l – b)2 adalah hal-hal buruk, dan bila digabungkan dengan disertai beberapa faktor eksternal semisal (3lb + 1) maka secara menakjubkan hasilnya adalah lb = 1, yang artinya bahwa penggabungan keduanya adalah menjadi sebuah nilai 1 atau dengan kata lain adalah l dan b merupakan satu kesatuan. Sangat brilian Watson!

Untuk pola keempat, sebenernya tidak terlalu menarik, hanya sebuah pola perhitungan limit dan integral yang akhirnya menghasilkan nilai ‘lee.syah’, yang tentu saja ini merujuk pada nama kedua mempelai.

pola background 2Pola kelima, ini juga sebuah perhitungan matematika biasa yang hasilnya adalah  i < 3 u. Apakah kamu tau artinya Watson? Notasi ‘<3’ adalah notasi yang merepresentasikan icon love, jadi kurang lebih artinya adalah ‘I love U’!

Yang cukup menarik lagi adalah pola keenam, ini tampak seperti sebuah deret bilangan biasa. Tapi sebenarnya ini adalah angka-angka yang memiliki makna. Angka 1987 adalah tahun kelahiran mempelai pria, 1989 tahun kelahiran mempelai wanita, 2002 rasanya adalah tahun pertemuan mereka merujuk pada sketsa di awal tadi, 2013 tentu saja tahun pernikahan mereka sekarang ini, dan terakhir adalah notasi tak hingga yang tentu saja artinya mereka berharap bisa selamanya setelahnya!

Beberapa pola lain sepertinya hanya sebagai pelengkap saja, tapi beberapa angka dan notasinya tetap berkaitan dengan angka-angka penting dalam kehidupan mereka. Bagiku ini sangat hebat Watson! Mereka sanggup mengkombinasikan angka-angka dan perhitungan matematika untuk menceritakan kisah dan harapan mereka! Dan bila dilihat dari tulisan pola-pola ini, tentu saja ini merupakan tulisan tangan, bukan sebuah ketikan komputer. Dilihat dari bentuk tulisannya, aku rasa semua pola ini merupakan tulisan tangan sang mempelai pria Watson.

pohon angkaNah, tidak hanya dijadikan sebagai background, tapi pola angka dan matematika juga mereka jadikan sebuah sketsa pohon seperti yang kau lihat di bagian kiri bawah ini. Sangat unik tentunya. Mungkin bagi kebanyakan orang, pohon ini tidak lebih dari sebuah pohon dengan angka-angka random. Tapi sesungguhnya tidak Watson, angka-angka di dalam pohon ini menunjukkan beberapa kejadian penting dalam kehidupan mereka. Aku catat ada empat kejadian disini, yaitu kelahiran mempelai pria, 03-11-1987, kelahiran mempelai wanita, 27-04-1989, tanggal pertemuan awal mereka, 04-11-2002, dan terakhir adalah pernikahan mereka, 06-10-2013. Dan kau tau Watson, walaupun aku tidak percaya dan tidak pernah mau tau dengan apa yang disebut dengan cinta, tetapi aku sangat setuju dengan kalimat yang mereka tempatkan di bagian bawah pohon ini. Sebuah kalimat singkat dan sederhana namun rasanya memiliki makna yang sangat dalam. Ah, tapi tentu saja aku tidak akan pernah memahami betul apa yang kalian sebut dengan cinta itu Watson.”

Lagi-lagi aku mendapati sobatku ini melirik ke laci itu. Apakah mungkin Holmes ternyata punya perasaan cinta juga? Ah, rasanya cukup mustahil, mengingat dia adalah sesosok manusia yang sangat dingin, bahkan terhadapku sekalipun yang telah hidup bersama dia bertahun-tahun. Tapi aku sangat senang melihat dia membahas tentang sisi-sisi romantis undangan ini, termasuk kalimat tentang cinta yang ada di dalamnya.

“Selanjutnya kita sampai pada bagian yang aku yakini sangat berkaitan dengan kita berdua Watson,” ucap Holmes sedikit berapi-api.

“Coba kau perhatikan pola border di bagian dalam ini! Apakah kau ingat pola apa ini Watson?”

Aku mendekati Holmes dan melihat pola boder tersebut. Rasanya pola ini tidak asing bagiku. “Oh, ini adalah sandi orang menari Holmes!” jawabku dengan sedikit tercengang.

dancing men“Tepat sekali Watson! Ini adalah The Dancing Men Code! Kau tentunya masih ingat kasus yang melibatkan Mr. Hilton Cubbit dan istrinya Elsie, yang akhirnya menyebabkan kematian klien kita. Sebuah kasus yang cukup pelik. Kita tidak bisa mencegah terjadinya penembakan itu Watson. Nah, dari banyak sandi yang telah aku pecahkan, sandi ini adalah salah satu favoritku. Sandi ini sangat unik, bentuk dan polanya terlihat seperti sebuah coretan anak-anak, tapi ternyata ini merupakan sebuah pesan rahasia yang diciptakan oleh salah satu geng mafia di Amerika.”

“Tapi bagaimana bisa kedua mempelai ini tau tentang sandi ini Holmes?”

“Tentu saja dari tulisan-tulisan yang telah kau publikasikan itu Watson. Tadi di awal sudah aku katakan, mereka sepertinya telah mengamati sepak terjang kita. Mungkin mereka telah membaca semua tulisan-tulisanmu Watson. Jadi tidak heran bila mereka akhirnya menggunakan salah satu sandi yang pernah aku pecahkan untuk dijadikan sebagai sebuah komponen misteri di undangan mereka. Itulah mengapa aku penasaran dengan mereka.”

“Hmm..cukup menarik juga ternyata. Lalu apa arti sandi yang tertera di border ini Holmes?”

“Untuk kali ini, aku tidak akan memberi tahumu Watson. Kau harus belajar memecahkannya sendiri,” jawab Holmes sambil tertawa.

“Baiklah, akan aku pecahkan sendiri nanti,” jawabku sedikit ketus.

“Haha..aku berharap kau bisa memecahkannya dengan benar Watson. Baiklah, yang terakhir adalah kuis teka-teki ini,” Holmes kemudian memberiku kartu RSVP yang di bagian belakangnya terdapat sebuah teka-teki. “Apakah kau bisa memecahkannya Watson?”

RSVP BACK RGBAku kemudian mencoba mengamati kode-kode ini. Terlihat ada kata kunci di bagian bawah siluet gambar detektif, tapi aku tidak bisa membacanya. Terlihat seperti huruf-huruf yang terbalik. “Aku melihat ini seperti sebuah sandi acak Holmes. Rasanya cukup sulit untuk memecahkannya.”

“Kau salah Watson, justru ini adalah salah satu sandi paling sederhana yang pernah diciptakan. Harusnya dengan mudah kau bisa memecahkannya. Baiklah Watson, untuk kali ini aku akan menjelaskannya. Kau lihat kata kunci di bagian bawah siluet detektif ini? Kedua mempelai ini sudah sangat murah hati dengan memberikan kata kunci ini Watson. Jadi akan lebih mudah untuk memecahkannya. Nah, kata kuncinya sendiri memang seperti bukan sebuah kata yang familiar, karena huruf-hurufnya tampak terbalik. Ini seharusnya dibaca melalui cermin Watson. Bila kau dekatkan ke sebuah cermin, kau akan mendapati kata kuncinya adalah ‘ROT 13’! Apa itu ROT 13? Kau bisa menggunakan google untuk mengetahui artinya. ROT 13 adalah Rotate by 13 places, yang artinya adalah menggeser huruf sebanyak 13 kali untuk mendapat sebuah huruf penggantinya. Jadi ini adalah sebuah sandi geser yang paling sederhana. Karena huruf alfabet kita ada 26 buah, maka huruf-huruf ini menjadi sebuah cerminan, seperti ini:

rot 13Jadi, kita akan dapatkan bahwa A adalah N, bagitupun sebaliknya, B adalah O, dan seterusnya. Nah, setelah ini tentunya kita dengan mudah memecahkan teka-teki ini. Coba kau pecahkan apa arti kode itu Watson.”

Setelah dijelaskan oleh Holmes, semuanya terlihat begitu mudah. Aku pun mulai mencoret-coret untuk memecahkan kode ini dan akhirnya aku bisa menemukan artinya. “Terima kasih dan mohon doa restu, itulah jawabannya Holmes!” jawabku mantap.

“Tepat sekali Watson! Itulah jawabannya, sangat mudah bukan? Makanya aku sangat heran terhadap klien kita tadi, mengapa untuk memecahkan sandi semudah ini dia harus datang konsultasi kepadaku. Tapi aku sedikit bersyukur, karena berkat klien kita tadi, kita jadi tau tentang undangan pernikahan unik ini.

Nah apakah kau tau juga kenapa mereka akan memberi hadiah kepada 11 orang pertama yang berhasil memecahkan kuis itu? Kenapa harus 11? Jawabannya adalah karena mereka sudah saling mengenal selama 11 tahun Watson! Coba kau lihat lagi angka-angka tadi, mereka bertemu tahun 2002 dan menikah tahun 2013. Semuanya saling terkait Watson, semua angka di undangan ini memiliki makna. Sangat sangat brilian!

Nah, rasanya undangan se-unik ini tentu saja tidak didesain sendiri oleh kedua mempelai, mereka tentunya dibantu oleh desainer. Dan kalau kau melihat di bagian kanan kalender, kau akan menemukan nama dua orang desainer yang menciptakan undangan ini. Disitu tertulis: designed by Fafaxsama, illustrated by Muhammad Nurrahmat. Aku sudah menyelidikanya lewat jaringan social media ini Watson, tentang siapa kedua orang itu. Fafaxsama adalah nickname untuk Fadhila Zahra Humaira, sedangkan Muhammad Nurrahmat tentu saja sudah merupakan nama asli. Keduanya adalah mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) ITB angkatan 2010. Kau tau Watson, ITB selain terkenal dalam bidang teknik, juga terkenal dalam bidang seni dan desainnya. Jadi jangan heran bila desain undangan ini sangat unik, karena dibuat oleh dua orang mahasiswa DKV ITB. Dilihat dari tipikal desainnya, Nurrahmat adalah yang menciptakan sketsa komik, siluet kedua mempelai, denah lokasi dan logo ambigram. Sedangkan Fafaxsama adalah yang mendasain keseluruhannya, mulai dari cover, kalender, border, background, font, padanan warna, susunan gambar dan tentu saja desain RSVP ini.

Rasanya ini bukan hanya sekedar undangan pernikahan biasa Watson, tapi mungkin ini merupakan sebuah karya cipta yang luar biasa. Ide dan konsep dari kedua mempelai yang maniak matematika dan hal-hal misterius, yang kemudian diilustrasikan dengan sangat brilian oleh dua orang desainer muda yang sangat berbakat.”

“Jadi Watson, itulah yang ingin aku ceritakan tentang undangan ini. Sekarang kau tau kan alasan mengapa aku ingin kau memesan tiket untuk ke Cirebon,” Holmes mangakhiri ini dengan seyuman lebar.

Aku pun balas tersenyum, “Ya, kali ini aku setuju denganmu Holmes. Setelah kau ceritakan semua detail tentang undangan ini, aku juga menjadi sangat penasaran dengan kedua mempelai itu.”

“Baiklah, aku akan pesan tiket ke Cirebon untuk kita berdua. Kau ingin yang kelas ekonomi atau bisnis Holmes?”

– The end –

—-

Catatan tambahan:

Minggu, 6 Oktober 2013, akhirnya kami berdua benar-benar datang ke pernikahan itu. Homes tentu saja melakukan penyamaran, dia sangat ahli dalam hal ini. Akupun dibantu oleh dia untuk melakukan penyamaran. Kami berdua mengenakan batik khas Cirebon yang kami beli di salah satu tempat dekat hotel kami menginap. Kami berdua bersalaman dengan kedua mempelai, dan sepertinya mereka tidak tahu tentang kedatangan kami, artinya penyamaran kami berhasil. Holmes terlihat begitu menikmati resepsi pernikahan tersebut.

Kami juga sempat melihat pengumuman hasil pemenang kuis teka-teki itu. Ada 11 pemenang, setiap pemenang mendapat dua hadiah. Yang satu, adalah sebuah kotak yang dibungkus kertas kado, kami tidak tahu apa isinya, dan yang satu lagi adalah Growbox. Sebuah benih jamur yang dikemas dengan sangat menarik.

“Kau lihat Watson, sebuah konsep pernikahan yang sangat menarik. Bahkan hadiah kuis teka-tekinya pun sangat menarik. Jika nanti kau menikah Watson, aku akan buatkan undangan pernikahan yang mirip seperti mereka. Ah tidak tidak, akan aku buat jauh lebih misterius ketimbang yang mereka buat. Bagaimana Watson?” tanya Holmes sambil tersenyum.

“Tidak terima kasih Holmes, aku tidak mau undanganku dibuat olehmu. Hasilnya pasti akan aneh, dan malah mungkin membuat penerima undangannya jadi ketakutan,” jawabku dengan sedikit tertawa.

—–

foto prewed

Berikut salah satu gambar yang berhasil aku foto di acara resepsi pernikahan itu.

Negeri di bawah Laut #1

Senin, 14 Oktober 2013, akhirnya saya menginjakan kaki di sebuah negara yang memiliki ikatan sejarah yang cukup erat dengan Indonesia. Ya, sebuah negara yang ketika SD hanya saya tau dari pelajaran sejarah, dimana yang saya ingat dari pelajaran itu adalah tentang politik adu domba, pembangunan jalan Anyer-Panarukan, dan juga tentang VOC. Ya negara ini adalah negara yang konon katanya telah menjajah negara saya selama 350 tahun! Wow, bagaimana bisa kita dijajah oleh satu negara selama itu?

Luas negara ini setara dengan luasan provinsi Jawa Timur atau hanya sekitar 1/3 dari luas Pulau Jawa, tapi bagaimana bisa negara kecil ini menguasai seluruh Nusantara kita, dengan waktu yang cukup lama? Ah, ya sudahlah, toh bangsa kita memang bangsa yang murah hati bukan? Kali ini saya tidak akan mengulas tentang sejarah, tapi saya akan menceritakan sesuatu yang berbeda dari negara ini dibanding negara lain.

Ketika menjadi mahasiswa di Bandung, saya mengenal negara ini sebagai salah satu kiblat dalam bidang coastal engineering. Negara ini memang terkenal dengan dam atau tanggulnya yang melindungi negara ini di sepanjang wilayah pantainya. Selain itu, juga terkenal dengan sistem drainasenya, kanal-kanal yang menyebar di setiap kota, yang bertujuan untuk mencegah banjir. Mau tidak mau, kalau saya ingin memperdalam tentang coastal engineering saya harus pergi ke negara ini suatu saat nanti, pikir saya saat itu.

Nah, mengapa negara ini terkenal dalam hal pembangunan dam atau perencanaan pantainya? Mari kita lihat dari sisi geografisnya, negara ini memiliki kondisi geografis yang sangat unik dibanding negara Eropa lainnya, yaitu sebagian besar wilayah mereka berada di bawah permukaan laut! Menurut wikipedia, 20% wilayahnya atau 21% populasinya berada di bawah permukaan air laut dan 50% tanahnya hanya mempunyai elevasi kurang dari satu meter di atas permukaan air laut. Artinya, negara ini amat sangat rawan dengan bahaya banjir, baik dari laut maupun dari hujan. Ya, ketika Jakarta sempat heboh dengan kenyataan bahwa tanah mereka turun setiap tahun, dan akan berada di bawah permukaan laut suatu saat nanti, kota-kota besar di negara ini seperti Amsterdam dan Rotterdam justru memang sudah berada di bawah permukaan laut sejak puluhan ratusan tahun lalu, atau bahkan sejak kota ini baru dibangun!

Nederland_overstromingsgevaarlondo

Peta dan ilustrasi di samping menunjukkan wilayah mana saja yang berada di bawah permukaan air laut (warna biru tua). Amsterdam sebagai ibu kota berada di 4 meter di bawah permukaan air laut, dan titik terendah adalah di Alexander Polder yaitu 6 meter di bawah permukaan air laut. Lalu bagaimana bisa kota-kota tersebut bisa tetap eksis tanpa tenggelam karena berada di bawah permukaan air laut? Ya, kuncinya adalah di pembangunan tanggul dan kanal-kanalnya.

Dam atau tanggul atau biasa disebut juga dikes telah dibangun sejak awal abad ke-12 secara tradisional. Saat itu tujuannya untuk mengeringkan lahan agar bisa dipakai untuk bercocok tanam. Lalu pada abad 17 dan 18 mulai dibangunlah tanggul yang lebih modern di sepanjang pantai. Pada Februari 1953, sebuah bencana besar terjadi di negara ini dan beberapa negara Eropa lainnya, yaitu berupa banjir akibat gelombang air laut yang sangat besar. Gelombang air laut ini membuat tanggul yang melindungi wilayah pantai negara ini hancur sehingga memporakporandakan wilayah pesisirnya. Hampir sekitar 2000 orang tewas akibat bencana tersebut. Sejak saat itu, pemerintah negara ini berjanji kepada seluruh bangsanya untuk membangun sebuah infrastruktur yang sangat hebat untuk melindungi wilayahnya agar bencana tahun 1953 tidak terulang lagi.

Maka, dapat kita lihat bagaimana tanggul yang telah dibangun di negara ini sekarang. Total panjang tanggul di negara ini yang membentang dari ujung Utara sampai Selatan adalah sekitar 3000 km! Dengan dua proyek pembangunan tanggul yang terkenal adalah Delta Works dan Zuiderzee Works, dua proyek tersebut oleh American Society of Civil Engineering dimasukkan ke dalam The Seven Wonders of the Modern World, setara dengan Panama Canal, Empire State Buliding, Golden Gate Bridge dan Channel Tunnel.

delta

Nah, selain membangun tanggul untuk melindungi wilayahnya dari bahaya gelombang laut, negara ini juga membangun sistem drainase yang sangat hebat, yaitu yang lebih sering disebut dengan kanal, untuk mencegah banjir bila hujan datang dan juga untuk tetap mendapatkan cukup air tawar untuk digunakan berbagai kegiatan. Mari kita lihat peta kota Amsterdam di bawah ini. Anda akan melihat sebuah pola dengan warna biru yang cukup unik, ya, itulah kanal-kanal yang ada di Amsterdam. Kota ini sendiri tercatat memiliki 165 kanal dengan total panjang kanal hampir 100 km, terdapat sekitar 90 pulau kecil dan 1500 jembatan! Perlu anda tahu juga, umur kanal-kanal tersebut mencapai 400 tahun! Kanal-kanal di Amsterdam tersebut telah dimasukkan sebagai UNESCO World Heritage List.

amsterdam_map

Tidak hanya Amsterdam, tetapi kota-kota lain seperti Delft, Alkmaar, Utrecht, Dordrecht, Leiden, Groningen, Leeuwarden dan Amersfoort juga memiliki pola-pola kanal yang serupa. Maka jangan heran bahwa bencana banjir akibat curah hujan yang deras hampir tidak pernah terjadi di negara ini. Coba anda bandingkan dengan Jakarta?! Baru hujan semalaman saja sudah membuat lumpuh semua aktivitas masyarakatnya.

Ah, rasanya hanya akan membuat pening kepala saja bila membandingkan negara ini dengan tanah kelahiran saya. Masih banyak lagi hal-hal yang dapat dipelajari di negara ini yang akan membuat kita mengambil kesimpulan bahwa Indonesia sudah tertinggal 20 atau 30 tahun dari negara ini, tapi saya akan menutup tulisan bagian pertama ini dengan sebuah adagium yang terkenal di negara ini. Mungkin adagium inilah yang menjadi salah satu faktor penyemangat mengapa bangsa ini bisa menjadi bangsa yang maju.

“God heeft de wereld geschapen behalve Nederland, want dat hebben de Netherlanders zelf gedaan.
-Tuhan telah menciptakan dunia kecuali negeri Belanda, sebab bangsa Belanda sendirilah yang melakukannya-”

………………………………..

Delft, 12 Februari 2014

Fenomena “Gelombang Acak” #2

Bagian 2: Gelombang Acak merupakan gabungan dari berbagai Gelombang Harmonik

(Berikut adalah bagian ke-2 dari tulisan Fenomena Gelombang Acak, sangat disarankan membaca bagian 1 terlebih dahulu)

Hari ini adalah hari terakhir saya kuliah Modul 3 (di UNESCO-IHE kuliahnya dibagi per modul, 1 modul = 3 minggu). Dan kebetulan kuliah terakhir adalah kuliah “Waves” (dalam versi Indonesia adalah Mekanika Gelombang). Entah kenapa saya begitu bersemangat kuliah ini, padahal biasanya males, ga ngerti, dan ngantuk. haha. Pas masuk kelas, saya langsung duduk di kursi paling depan, tepat di depan si dosen, tumben-tumbennya nih begini.:p

Dosen “Gelombang” smtf_XDTDJ_120aya kali ini adalah Leo H. Holthuijsen, ketika pertama mendengar nama ini entah kenapa rasanya engga asing di telinga saya. Ternyata kata senior saya, beliau adalah ahli gelombang dan pencipta software SWAN!

Whatt?!! SWAN?? Pikiran saya langsung terbang ke tiga tahun yang lalu saat saya dengan berat hati memilih SWAN sebagai TA saya. Lalu saya cek TA saya, dan benar saja, ternyata saya menulis beberapa kutipan dan memasukan beberapa grafik beliau, dan nama beliau memang beberapa kali muncul di manual book SWAN. Itu makanya saya merasa engga asing dengan nama tersebut.

Kaget, senang, terharu, campur aduk rasanya, ternyata orang yang menciptakan software SWAN, software yang hampir membuat saya gila tiga tahun yang lalu (lebay mode on), sekarang menjadi dosen saya! Mungkin kalau Pak HT tau, dia akan tertawa melihat sebuah kebetulan ini. Ya, Pak HT-lah yang memperkenalkan SWAN kepada saya. Tapi, apakah ini memang sebuah kebetulan? Atau memang Tuhan telah menyiapkan skenario ini?

Secara akademik, kemampuan saya sebenernya engga bagus-bagus amat. Bahkan sebagian besar apa yang saya pelajari saat S1 sudah hilang dari ingatan saya. Sehingga walaupun mata kuliah disini merupakan bentuk pengulangan, saya tetap harus mengeluarkan energi ekstra untuk memahaminya. Nah, saya coba sedikit mengulas apa sih inti mempelajari kuliah mekanika gelombang ini.

random waveGelombang di laut, atau orang awam biasa menyebutnya dengan ombak, merupakan salah satu fenomena acak yang terjadi di bumi ini. Itulah mengapa gelombang di laut disebut dengan gelombang acak atau random wave. Mengapa acak? Karena bentuknya tidak beraturan, baik secara fisik dari visual observasi, ataupun pola kejadiannya. Lalu, bagaimana cara kita mengukur atau menghitungnya, untuk bisa mengatahui nilai atau karakteristik suatu ombak di suatu tempat? Caranya adalah dengan sebuah teori yang menyatakan bahwa gelombak acak tersusun dari banyak gelombang harmonik. Gelombang harmonik sendiri adalah gelombang yang lebih mudah dihitung. Bila sebuah gelombang acak bisa memiliki ratusan atau ribuan frekuensi, gelombang harmonik hanya tersusun oleh satu frekuensi. Satu gelombang harmonik, menyumbang satu frekuensi di gelombang acak. Maka, dengan beberapa perhitungan melalui pendekatan sebuah gelombang harmonik (akan sangat panjang bila saya bahas disini perhitungannya), sebuah gelombang acak akhirnya bisa dianalisis dan diprediksi.

Entah mengapa, saya melihat fenomena ini mirip dengan fenomena kehidupan. Ya, mungkin banyak orang yang merasa bahwa dalam kehidupannya, semua terasa seperti hal acak atau random, kadang bahagia kadang sedih, suatu saat mendapat rezeki tapi tidak jarang mendapat musibah. Atau ada yang menyebut juga seperti roda, kadang di atas kadang di bawah. Pokonya semuanya serba tidak terprediksi. Tidak jarang orang yang kemudian bertanya kepada Tuhannya, “Apa sih yang ingin Engkau tunjukan dengan kejadian-kejadian ini?”.

Apa yang kita alami di kehidupan ini yang semuanya terasa acak, rasanya tersusun oleh berbagai kejadian yang harmonik. Kejadian-kejadian harmonik tersebut baik yang sedih maupun bahagia merupakan sebuah skenario yang sangat rapi yang telah disusun oleh Tuhan untuk menyusun sebuah cerita kehidupan kita. Ketika kita mengalami suatu kejadian yang terkadang mengesalkan atau bahkan tidak penting dan ingin segera dilupakan, pada kenyataannya itu adalah salah satu bagian harmonik penyusun cerita kehidupan kita, yang mungkin akan berkaitan langsung dengan bagian-bagian harmonik lainnya di waktu yang akan datang. Seperti apa yang saya alami. Ketika memilih topik TA tentang pemodelan gelombang menggunakan SWAN, saya menganggapnya sebagai salah satu blunder dalam memilih, dan berpikir bahwa ini tidak akan penting bagi kehidupan saya. Tapi ternyata setelah 3 tahun berselang, saya bertemu lagi dengan makhluk itu, dengan cara yang berbeda. Dan kali ini, apa yang dulu saya sesali ternyata malah membantu saya.

Jadi, melalui sebuah fenomena gelombang acak ini saya percaya bahwa setiap kehidupan manusia yang terasa acak dan tidak terprediksi ini pada kenyataannya adalah gabungan dari berbagai hal-hal harmonik yang merupakan sebuah skenario rapi yang telah disusun oleh Tuhan untuk setiap manusia. Seperti sebuah kalimat yang diucapkan oleh Harun Yahya berikut ini:

“Hidup dan nasib bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna.. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada sekecil apa pun terjadi karena kebetulan.”

………………………….

Delft, 10 Februari 2014

 

Fenomena “Gelombang Acak” #1

Bagian 1: Tribute to Prof. Hang Tuah (Alm.)

?????????????????????????????????????????

>

Entah kenapa, saya merasa jodoh dengan makhluk bernama “Gelombang”. Saat kuliah S1, ada 4 kuliah yang terkait langsung dengan kata gelombang, yaitu Mekanika Gelombang Air, Gelombang Acak, Gelombang Panjang dan Mekanika Gelombang Lanjut. Untuk yang terakhir, itu adalah mata kuliah S2 yang saya ambil saat tingkat akhir S1 (ceritanya dulu saya ikut program Fast Track – S1 & S2 dalam 5 tahun – tapi akhirnya gagal.haha).

Kuliah MekGelLan (sebutan para mahasiswa untuk menyebut Mekanika Gelombang Lanjut) ini dosennya adalah Prof. Hang Tuah, Guru Besar sekaligus pendiri program studi Teknik Kelautan, dan alhamdulillah selama kuliah ini saya 50% tidur, 30% ga ngerti dan sisanya ngobrol atau main hape.haha. Tapi walaupun bisa dibilang saya nge-blank dengan yang namanya Mekanika Gelombang, saya malah pilih topik ini sebagai Tugas Akhir saya. Ibaratnya kaya cowok udah ditolak sama cewek, tapi tetep ga bisa move on.haha.

Tugas Akhir saya adalah Pemodelan Gelombang Acak menggunakan software SWAN (Simulating WAve Nearshore), dan tebak, pembimbing saya siapa? Yup! Sang master gelombang dan coastal di Indonesia, Prof. Hang Tuah! Pak HT, biasa kami sebut, adalah dosen yang biasanya sangat-sangat dihindari sebagai dosen pembimbing TA oleh mahasiswa KL ITB, alasannya tentu saja adalah: lulusnya lama! Tapi entah kenapa saya malah merasa tertantang.

Ketika akhirnya saya memilih Pak HT sebagai dosen pembimbing, alhamdulillah, ternyata saya berhasil membuktikan teori mahasiswa KL. Ketika hampir 50% angkatan saya lulus di bulan Juli dan Oktober 2010, saya malah lulus di April 2011, dari 5 mahasiswa yang dibimbing oleh beliau, 5-5nya lulus April 2011.haha. Tapi walaupun teorinya benar, saya sama sekali engga menyesal.:)

>

Saya ingat betul pertama kali bertemu dengan Pak HT, yaitu saat saya masih mahasiswa tingkat satu, saat beliau mengajar mata kuliah Konsep Pembangunan Infrastruktur. (Kuliah ini dosennya bergiliran dari 4 jurusan: T.Kelautan, T.Sipil, T. Lingkungan dan T. Geodesi, tujuannnya supaya memberi gambaran kepada mahasiswa agar dapat memilih jurusan yang tepat). Nah, Pak HT ini mengajar sambil membawa dua buah video, yaitu video rencana pembuatan jembatan selat Gibraltar dan proses pembangunan bandara baru Hongkong yang melalui proses reklamasi di laut. Inilah yang menjadi salah satu alasan saya kenapa akhirnya memilih T. Kelautan.hehe.

Sempat beberapa kali bertemu saat lari pagi di Saraga ITB, beliau sepertinya cukup rutin lari pagi saat weekend. Akhirnya saya benar-bener bertemu lagi saat saya masuk KL, dan mata kuliah pertama yang diajar beliau adalah Mekanika Gelombang Air!

>

Ketika memilih topik TA, beliau memberi beberapa alternatif, kalau tidak salah ingat dia memberi sekitar 4 pilihan, 3 diantaranya tentang perencanaan dermaga atau pelabuhan dan satu adalah tentang modelling “Gelombang”!

“Kalau kamu mau, itu ada sebuah software baru yang masih belum familiar dipake disini, jadi bisa sebagai topik TA kamu“, tawar beliau saat itu.

Setelah mikir panjang lebar kali tinggi, akhirnya saya memilih topik modelling ini, dengan asumsi bahwa Pak HT adalah ahli gelombang, dan pasti sudah pernah make software tersebut, sehingga saya tinggal mempelajari step by step dari beliau.

cover TALalu saya pun menghadap beliau, “Baik Pak, saya sepertinya memilih wave modelling sebagai TA saya. Kapan saya bisa mendapatkan source programnya Pak?”

“Kamu download aja itu di internet!”, jawab Pak HT enteng.

Tiba-tiba saya bingung, saya tanya lagi barangkali Pak HT salah jawab, “Di internet Pak?”.

“Iya, software itu namanya SWAN dan itu open source, jadi kamu tinggal download aja dari internet”.

“Lalu cara saya menjalankan programnya gimana Pak?”, tanya saya lagi.

“Ya kamu download manual book-nya, pelajari, saya juga belum pernah pake software itu“.

Whatttt???!!! Saya seperti disambar petir saat itu. Jadi saya benar-benar harus memulai dari nol? Software, manual book dan lain sebagainya harus saya cari sendiri, dan yang lebih parah, ternyata Pak HT sendiri juga belum pernah mencobanya. Lalu bagaimana nasib saya nantinya?! Sempat terpikir untuk mengganti topik, tapi pasti Pak HT akan tidak suka, mungkin akan menganggap saya sebagai pengecut, karena belum dicoba tapi sudah takut. Akhirnya dengan sedikit berat hati saya mencoba memulai perjuangan ini.hehe.

>

Dalam perjalananannya, Pak HT benar-benar mengajarkan arti sebuah perjuangan kepada saya. Beberapa kali saya hampir putus asa, karena ternyata TA saya memang sangat susah, untuk ukuran saya saat itu. Apalagi Pak HT menuntut saya untuk tidak hanya tau cara memodelkannya, tetapi juga paham teorinya. Untuk yang satu ini saya mengacungkan dua jempol untul beliau, karena walaupun belum pernah menggunakan software tersebut tetapi beliau tahu benar proses yang terjadi di dalam software tersebut.

Pernah suatu ketika, dua hari saya begadang, tidur hanya sekitar 2 jam untuk mempersiapkan bahan untuk bimbingan dengan beliau. Awalnya beliau tidak bersedia bimbingan karena mau berangkat ke luar negeri, tapi akhirnya beliau menyuruh saya datang kerumahnya sebelum beliau berangkat, mungkin karena kasihan kali. Ketika sampai rumahnya, saya langsung buka laptop (jadi saya selalu bimbingan dengan laptop, saya perlihatkan hasil modelling dan penjelasan lainnya dalam bentuk powerpoint, tidak pernah diprint seperti bimbingan mahasiswa pada umumnya, paperless gitu ceritanya..hehe).

Ketika laptop dibuka, hal yang paling saya takutkan terjadi, layar laptop saya nge-blank!! Jadi laptop saya memang layarnya bermasalah, sering nge-blank sendiri, biasanya akan bener kalo ditepok-tepok (haha), tapi kali ini saya tepok berkali-kali ga berhasil. Seketika itu juga saya langsung keringet dingin.

“Kenapa laptop kamu?”, tanya Pak HT mencekam.

“Layarnya bermasalah Pak”, jawab saya gemeteran tapi sambil tepok-tepok layar laptop.

Lalu saya ingat bahwa saya menyimpan back-up hasil pekerjaannya di harddisk eksternal, jadi saya minta izin untuk meminjam komputer di rumah beliau. Tapi ternyata saya menyimpan file-nya di versi 2007, sedangkan office di komputer Pak HT adalah versi 2003! Jadi tetep ga bisa dibuka. Mati dah gw! Pak HT udah melihat jam beberapa kali, dan mukanya sudah ingin marah sama saya.

Akhirnya beliau berdiri dan bilang, “Ya udah, kamu bimbingannya setelah saya pulang dari luar negeri aja, saya ini udah mau berangkat”. Saya udah lemes ga bisa komentar apa-apa. Tapi tiba-tiba keajaiban tiba, layar laptop saya nyala sendiri! Langsung aja saya memperlihatkan ke beliau hasil pekerjaan saya, kemudian beliau tanya beberapa hal dan memberi komentar, kurang lebih 5 menit.

Lalu beliau langsung masuk mobil dan kemudian berangkat, meninggalkan saya yang masih melongo di rumahnya. Kesimpulan: begadang 2 malam + dateng ke rumah + laptop nge-blank + keringet dingin & gemeteran = bimbingan selama 5 menit!

>

Suatu pagi, sekitar jam 7, saya dikagetkan dengan sebuah sms yang datang dari Pak HT, isinya:“Kamu datang ke kantor saya jam 9!”.

Awalnya saya kira Pak HT salah kirim sms, karena baru kali ini seorang Pak HT ngirim sms ke mahasiswanya, biasanya kalo kita sms beliau hari ini, dibalesnya bisa 3 hari kemudian atau malah ga dibales.haha.. Nah, karena takut salah, saya bales: “Maaf Pak, ini sms untuk saya? Burhan”, Pak HT ini jarang ingat nama mahasiswanya, walaupun mereka mahasiswa bimbingannya.

Langung dibalas beliau,”Iya”. Wah, ternyata ini beneran! Seketika itu juga saya panik, karena saya ga mempersiapkan untuk bimbingan, jadi memang lagi ga ada progress apa-apa.

Ini Pak HT ada apa ya? Ga ada ujan ga ada angin, nyuruh saya menghadap. Akhirnya jam 9 tepat, saya langsung masuk ke kantornya, saya liat ada sesosok pria bule disitu. “Maaf Pak, Bapak suruh saya kesini?”, tanya saya.

“Oh iya, ini ada temen saya dari Oregon (Amerika Serikat), dia familiar menggunakan SWAN, coba kamu tanya-tanya sama dia!”

Waduh! Saya panik lagi! Ternyata beliau nyuruh saya ke kantornya adalah supaya saya berguru sama temennya, seorang Professor dari Oregon University! Waw! Dengan keterbatasan kemampuan bahasa inggris dan tentunya keterbatasan pengetahun tentang SWAN, akhirnya saya bimbingan dengan professor bule ini. Hasilnya? Saya tetep nge-blank.haha.

Pada akhirnya, saya berhasil menyelesaikan TA saya, dan lulus dari ITB dengan nilai yang ala kadarnya.hehe. Walaupun saya lulus di bulan April (mungkin bisa dibilang lulus telat untuk ukuran angkatan saya), tapi saya puas. Walaupun saya sampai jatuh bangun, banting tulang, peras keringet atau apapun itu, saya bahagia. Walapun banyak yang bilang, saya bunuh diri dengan memilih Pak HT sebagai dosen pembimbing, tapi saya tidak menyesal malah sangat bangga bisa menjadi mahasiswa bimbingan beliau, salah satu ahli teknik kelautan yang sudah sangat diakui, baik di Indonesia maupun mancanegara.

>

Suatu ketika beberapa hari setelah saya sidang TA, Farid (anak dari Pak HT yang juga merupakan mahasiswa KL angkatan 2007), bercerita ke saya bahwa sang ayah memuji saya ketika mereka sedang mengobrol-ngbrol di rumah.

“Ah yang bener Rid, ayah kamu muji, emang bilang apa gitu?”, tanya saya sedikit ge-er.

“Iya betul Ka. Kemarin saya kan tanya gimana hasil sidang TA anak-anak 2006, terus ayah bilang: itu Burhan hebat juga tuh bisa ngejalanin software SWAN, padahal susah!” Seketika itu juga perasaan saya berbunga-bunga. Ibaratnya kaya saya dipuji sama artis idola atau pemain bola favorit saya. haha..lebay mode on..

Ketika akhirnya saya bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang kepelabuhanan, ternyata banyak atasan saya yang cukup kenal dan menaruh respect kepada Pak HT. Secara, atasan dan bahkan direksi dari perusahaan saya sebagian besar lulusan Teknik Sipil ITB. Dan sepertinya salah satu aspek kenapa saya diterima di perusahaan ini adalah karena saya menulis di CV saya bahwa Pak HT adalah dosen pembimbing TA saya.hehe.

>

Hari Minggu pagi, tanggal 25 November 2012, saya mendengar kabar bahwa Pak HT telah meninggal dunia. Sebelum itu saya memang sudah mendapat kabar bahwa beliau memang lagi sakit keras, dan dirawat di Singapore. Kabar itu bener-bener membuat shock, padahal niatnya saya ingin bersilaturahmi dengan beliau setelah saya  cukup settle di pekerjaan saya yang sekarang ini. Saya ingin bersilaturahmi dan mengucapakan terima kasih kepada beliau, tapi ternyata saya tidak sempat, beliau lebih dulu dipanggil oleh Allah swt. Dan yang membuat saya lebih sedih, saya tidak bisa melayat dan menghadiri pemakamannya, karena bertepatan pada hari itu ada acara kantor dan saya mendapat tugas harus tetap standby.

Pada akhirnya sayapak hang tuah hanya bisa manyampaikan doa saya. Selamat jalan Pak Hang Tuah! Semoga engkau ditempatkan di tempat yang terindah di sisi-Nya. Terima kasih banyak atas semua yang telah engkau berikan. Saya sangat bangga pernah menjadi mahasiswa Anda!

“Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Prof. Dr. Ir. Hang Tuah Salim, M.Oc.E, selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan kepada penulis, serta memberikan pelajaran tentang arti sebuah perjuangan”.

Ini adalah sepenggal kalimat yang saya tulis di bagian kata pengantar di buku Tugas Akhir saya.

Sekali lagi, terima kasih Pak Hang Tuah!

Delft, 8 Februari 2014

link terkait Prof. Hang Tuah:
http://www.itb.ac.id/news/3755.xhtml