Kejutan Tim Futsal PPI Delft

Groningen (8/6). Terjadi sebuah kejutan besar dari cabang futsal di kejuaraan Groningen Cup XIII, dimana tim futsal PPI Delft tanpa diduga berhasil melenggang ke babak semifinal. Tim yang dikomandoi oleh Kiki Wirianto ini berhasil mengalahkan lawan-lawannya di babak penyisihan dan perempat final. Namun, pada akhirnya mereka harus mengakui ketangguhan tim PPI Amsterdam II di babak semifinal. Juara dari cabang futsal ini sendiri adalah tim PPI Jerman Selatan yang di final berhasil mengkandaskan perlawanan Amsterdam II dengan skor 4 -2.

Juara futsal Groens Cup, tim Jerman Selatan

Juara futsal Groens Cup, tim Jerman Selatan

Realistis

Tim Delft tidak memiliki target apa-apa di kejuaraan Groens Cup kali ini, mengingat beberapa minggu sebelumnya mereka gagal total di kejuaraan Tilburg Communal League. Selain itu beberapa pemain andalannya seperti Vittorio Kurniawan, Sutjianto Buntoro dan kiper Andhika Surya tidak bisa ikut bergabung karena cidera. Untuk menutup kekurangan tersebut, mereka memanggil lima pemain debutan, yaitu Ali Afandi, Delon Tumanggor, Daniel Sihombing, Maralus Simbolon dan pemain naturalisasi Adi Ahmad Fadhil.

“Ya, di kejuaraan kali ini, rasanya kami harus realistis, karena berada di grup yang cukup berat. Target kami hanya bermain sebaik-baiknya dan memberi pengalaman kepada para pemain debutan,” komentar kapten Kiki ketika memimpin timnya tiba di ACLO Sport Center, Groningen.

Bahkan salah satu pemainnya, Arif Rohman Hakim, berkomentar dengan sedikit bercanda, “Kami engga nyiapain untuk nginep mas, karena besok juga kami ga mungkin main lagi, jadi setelah ini langsung pulang.” Komentar Arif ini pun diikuti tawa oleh beberapa pemain lain.

Tim Delft memang berada di grup yang berat, yaitu di Grup C bersama tuan rumah Groningen dan tim kuat Amsterdam I. Itulah yang menyebabkan mereka tidak ingin berpikir terlalu jauh.

IMG-20140608-WA0023-1

Kalah di pertandingan pertama

Di pertandingan pertama, Delft harus mengakui ketangguhan Groningen dengan skor 1-4. Satu-satunya gol dari Delft diciptakan oleh Kiki. Sedangkan 4 gol yang diciptakan oleh Groningen semuanya berasal dari tendangan jarak jauh. Sepertinya kehilangan kiper Andhika menjadi titik lemah Delft. Bahkan mereka harus mencoba 3 pemain untuk dijadikan sebagai kiper. Di starting line up, Fajar Faizal ditunjuk sebagai kiper, namun secara mengejutkan Fajar kebobolan 3 gol cepat, sehingga harus diganti oleh Daniel. Namun lagi-lagi Daniel juga tidak bisa menahan serangan yang dilancarkan Groningen. Pada babak kedua, Ali Afandi dicoba menjadi kiper dan ternyata tampil cukup memuaskan.

“Sebelum kejuaraan, kami memang sudah mempersiapkan Fajar sebagai kiper, namun di pertandingan tadi sepertinya dia sedikit grogi, sehingga kebobolan gol-gol cepat. Namun, perjudian dengan meminta Ali Afandi untuk menjadi kiper di babak kedua ternyata membuahkan hasil yang memuaskan,” komentar Burhan selaku pemain merangkap pelatih kiper.

Lolos dari grup neraka

Di pertandingan kedua dan juga merupakan pertandingan penentuan, Delft melawan Amsterdam I. Tidak ada pilihan lain bagi Delft selain menang untuk bisa mempertahankan asa untuk lolos ke babak perempat final. Di awal babak pertama, Delft langsung mengambil insiatif penyerangan dengan mengandalkan ujung tombak Rihan Handaulah. Setelah beberapa kali mendapat peluang, akhirnya Kiki memecah kebuntuan menjadi 1-0, yang bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, Rihan yang di pertandingan sebelumnya tampil lesu. kali ini tampil trengginas dengan mencetak 2 gol. Skor akhir 3 – 0 untuk kemenangan Delft bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.

Di pertandingan berikutnya, secara dramatis Amsterdam I berhasil mengalahkan Groningen 2-1. Namun, kemenangan ini tidak cukup untuk mengantarkan mereka lolos ke perempat final. Karena semua tim di grup C memiliki nilai yang sama, yaitu 3. Berdasarkan peraturan selisih gol, maka Groningen memiliki agregat paling baik (5-3), diikuti oleh Delft (4-4) baru kemudian Amsterdam I (2-4). Sehingga yang lolos adalah Groningen dan Delft.

“Kami beruntung berhasil lolos dengan keunggulan agregat gol. Kemenangan 3-0 melawan Amsterdam I menjadi kuncinya. Kalau kami tidak mencetak 3 gol, mungkin kami gagal lolos, “ komentar Herminarto Nugroho, pemain sekaligus manajer tim Delft.

IMG-20140608-WA0025

Menang telak di perempat final

Sempat terjadi protes dari beberapa tim terkait pengundian turnamen. Mereka menuntut panitia untuk melakukan pengundian ulang perempat final. Namun akhirnya panitia memutuskan untuk tetap pada keputusan awal, hanya pada babak semifinal saja yang akan diacak kembali. Hal ini berarti tim Delft tetap bertemu tim Koalisi (Enschede-Deventer-Nijmegen), selaku juara grup D.

Melawan tim Koalisi, Delft memilih untuk tidak bermain terlalu terbuka, sehingga strategi catenaccio menjadi pilihan di awal-awal pertandingan. Namun justru melalui sebuah serangan yang tidak diduga, tim Koalisi berhasil unggul terlebih dahulu 1-0. Setelah tertinggal, Delft langsung mengubah strategi lebih menyerang, dan terbukti berhasil. Kiki menyamakan kedudukan dari sebuah tendangan bebas. Berikutnya, Delft berbalik unggul melalui kaki Rihan, 2-1. Skor ini bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, tim Koalisi lebih banyak mengambil insiatif penyerangan karena mereka harus menyamakan kedudukan. Namun dari skema serangan balik, Delft justru berhasil menambah gol melalui Rihan (2 gol) dan Daniel. Skor akhir 5-1 untuk Delft. Itu artinya secara tanpa diduga ternyata Delft berhasil melaju ke babak semifinal.

“Ini luar biasa! Rasanya ini adalah pencapaian tertinggi tim futsal Delft,” komentar Rihan, top skorer tim sekaligus satu-satunya pemain yang ikut bermain juga di Groens Cup tahun sebelumnya.

Tiga semifinalis lainnya adalah Groningen, Amsterdam II dan Jerman Selatan. Babak semifinal sendiri dimainkan pada hari berikutnya.

IMG-20140607-WA0015-1

Gugur di semifinal

Di babak semifinal, Delft harus kehilangan dua pemainnya yaitu Fajar Faisal dan Arif Rohman yang cidera saat bertanding di babak perempat final. Hal ini tentu saja menjadi kerugian bagi Delft.

“Pertandingan kemarin ditambah perjalanan panjang Delft-Groningen cukup menguras stamina para pemain. Jadi rasanya kami nothing to lose aja di pertandingan ini, toh mencapai semifinal sudah merupakan prestasi bagi kami,” komentar Ade Faisal, pemain paling gaek di tim Delft.

Melawan Amsterdam II, Delft kembali menggunakan strategi catenaccio untuk meredam serangan sekaligus mencoba menguras stamina tim lawan. Namun strategi ini menjadi berantakan ketika tim Amsterdam II dihadiahi penalti oleh wasit akibat Burhan yang dianggap melanggar peman Amsterdam II di kotak penalti. Penaltinya sendiri sukses dikonversi oleh pemain nomer 9, skor menjadi 0-1. Berikutnya, tim Delft mencoba untuk lebih menyerang, namun ternyata lewat skema serangan balik, tim Amsterdam II berhasil menambah gol. Ketika peluit akhir dibunyikan, skor menunjukan 0-6 untuk Amsterdam II. Delft pun terhenti di babak semifinal.

IMG-20140608-WA0024

Jatuh untuk segera bangkit

Dalam kenferensi pers usai pertandingan, tim Delft menegaskan bahwa pencapaian semifinal merupakan sebuah prestasi tersendiri bagi tim Delft. Apalagi, pencapaian ini lebih baik dari tim-tim yang mengalahkan mereka di Tilburg Communal League. Tim Tilburg tidak lolos grup, tim Eindhoven dan tim Rotterdam gugur di perempat final. Jadi setidaknya mereka telah berkembang lebih baik setelah kegagalan di Tilburg.

“Selama ini kami selalu berlatih di lapangan yang lebih kecil, jadi setelah turnamen ini rasanya kami harus mulai berlatih di lapangan yang lebih besar, supaya stamina dan skill tim kami lebih terasah,” jelas Hariadi Jejey, selaku asisten pelatih Delft.

Kapten Kiki juga menegaskan bahwa setelah kekalahan di semifinal ini, tim Delft akan berusaha untuk bangkit lagi, “Kekalahan ini memang cukup menyakitkan, tapi kami tidak boleh berlama-lama sedih. Kami harus segera bangkit lagi. Kami harus berlatih keras untuk menjadi tim yang lebih kuat.”

.

Tim futsal Delft telah menjadi salah satu keunikan tersendiri di kejuaraan Groningen Cup kali ini. Sebelum turnamen, banyak orang yang memandang sebelah mata terhadap tim ini, namun dengan semangat dan kesolidan  tim, mereka berhasil membalikan prediksi banyak pihak. Mereka berhasil membuat kejutan dengan berhasil lolos ke semifinal. Semoga mereka bisa berprestasi lebih tinggi lagi di kejuaraan-kejuaraan berikutnya. Sampai jumpa di Groningen Cup tahun depan. Doei!

IMG-20140607-WA0016

Skuad lengkap tim futsal Delft. Atas (ki-ka) : Farah Puspita (physiotherapist), Maralus Simbolon (DF), Fajar Faizal (GK/DF), Burhanudinsyah (DF/MF), Arif Rohman (MF/CF), Wahyu Cahyo Utomo (Scoutings), Rihan Handaulah (CF), Herminarto Nugroho (DF/MF), Yudha Prawira (President of club), Nada Ristya (Fitness coach); Bawah (ki-ka) : Kiki Wirianto (MF/CF), Hariadi Jejey (Assistant coach), Ali Afandi (GK/MF), Delon Tumanggor (DF/MF), Daniel Sihombing (DF/MF), Adi Ahmad Fadhil (DF/MF).

Ditulis oleh:

C360_2014-06-07-15-15-30-672Han_22
Penulis bukan wartawan olahraga, hanya seorang pecinta sepakbola yang tinggal di Delft

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s