Tentang Dimensi Waktu

Waktu yang dimundurkan dan dimajukan

Daylight-Saving-PicDi minggu terakhir bulan Oktober lalu, beberapa negara mengalami berakhirnya Daylight Saving Time (DST), sebagai tanda bahwa musim dingin sudah tiba, yang artinya waktunya mundur satu jam. Ketika jam digital menunjukkan pukul 02.59, sedetik kemudian jam tersebut malah kembali menunjukkan pukul 02.00 alih-alih menjadi jam 03.00. Ternyata anda telah kembali ke masa lalu, kembali ke masa sejam yang lalu.hehe.

Kasus di atas tentunya bukanlah contoh pengalaman kembali ke masa lalu, karena DST hanyalah kesepakatan perubahan waktu akibat penyesuaian lamanya sinar matahari yang muncul di negeri tersebut. Sebelumnya pada bulan Maret, ketika memasuki musim panas, waktu dimajukan satu jam. Saat jam digital memasuki pukul 01.59, sedetik kemudian jam tersebut akan langsung menunjukkan angka 03.00. Bagi yang baru mengalami, mungkin anda akan merasa bahwa waktu anda telah terenggut satu jam pada hari itu. Karena tidak ada 60 menit di angka 2. Nah, Itulah kenapa akhirnya sebagai kompensasi, di akhir bulan Oktober waktu dimundurkan kembali satu jam. Yang mengakibatkan seolah-olah kita punya 1 jam tambahan saat itu.

Meskipun seolah-olah waktu seperti dapat dimajukan dan dimundurkan, pada kenyataannya waktu tetap berjalan sesuai dengan ritmenya. Dan setiap manusia tetap diberikan jatah yang sama, 24 jam dalam satu hari.

Dimensi itu bernama “waktu”

“Waktu” memang sesuatu yang unik. Ada teori yang mengatakan bahwa waktu adalah dimensi ke-4. Seperti kita ketahui, kita hidup di sebuah dimensi ruang, alias 3 dimensi, yang terdiri dari panjang, lebar dan tinggi. Atau bila didefinsikan dengan arah, kita membedakannya dengan depan-belakang, kiri-kanan dan atas-bawah. Untuk yang masih ingat pelajaran matematika, kita mengenalnya juga dengan notasi sumbu x, y dan z. Nah, sebagian besar percaya bahwa ada dimensi ke-4 untuk melengkapi hal tersebut, yaitu dimensi waktu! Biasanya dikenal dengan notasi t.

8-cell-simpleTapi sifat dari dimensi waktu sangatlah berbeda dengan dimensi ruang, ada yang beranggapan bahwa dimensi waktu terpisah dengan tiga dimensi lainnya (x, y, z). Alasannya adalah, kita tidak memiliki kebebasan pada dimensi t. Waktu tidak bisa kita jelajahi sesuka hati seperti kita menjelajahi ruang x, y dan z. Ketika kita bisa sesuka hati bergerak ke kanan-kiri, depan-belakang dan atas-bawah, nyatanya kita terperangkap dalam waktu. Kita hanya dapat mengalir bersamanya ke satu arah, yaitu menuju masa depan. Sampai saat ini setidaknya belum ada yang bisa membuktikan bahwa manusia bisa tetap bertahan di satu waktu, atau bahkan kembali ke masa lalu.

Pada suatu waktu, Albert Einstein menyatakan sebuah rumusan bahwa ruang dan waktu sebenarnya saling terkait, dan merupakan sistem kordinat yang menyatu. Hal ini sejalan dengan yang pernah diutarakan oleh Hermann Minkowski: β€œSebenarnya, kalau hanya ada ruang saja, atau waktu saja, keduanya akan meluruh menjadi tak lebih dari sekedar bayang-bayang. Kalau keduanya menyatu, barulah ada kenyataan”.

Ya, mungkin memang benar, ruang dan waktu adalah satu kesatuan. Bila kita pernah menyebut waktu itu adalah kenangan (masa lalu) dan harapan (masa depan), dengan adanya kita, makhluk hidup, dunia dan seisinya (yang diumpamakan sebagai dimensi ruang), ternyata kenangan dan harapan yang tampak seperti sekedar bayang-bayang itu tidak lain adalah sebuah kenyataan.

Infinity-TimeWaktu sebagai unit pengukuran

Pernah tahu tentang “time value of money” kan? Seperti kita ketahui, nilai uang akan berubah bersamaan dengan perubahan waktu. Sebagai contoh, uang Rp 1 juta saat ini akan memiliki nilai yang berbeda dibanding dengan 1 tahun, 5 tahun atau beberapa tahun ke depan. Dengan semakin bertambahnya waktu, nilai suatu nominal uang akan semakin rendah. Jelas-jelas unit pengukuran uang adalah mata uang, dalam hal ini rupiah, lalu kenapa ada faktor waktu yang menentukan sebuah nilai uang?

Dalam kasus lain, anggaplah ada sebuah keramik yang dibuat pada tahun 1614 dan kemudian ditemukan pada tahun ini. Mungkin saja, dulu kala saat dibuat, keramik itu hanyalah barang biasa yang tidak berharga. Tapi setelah 400 tahun kemudian keramik tersebut ditemukan, ternyata menjadi barang yang bernilai sangat tinggi. Ya, ternyata waktu telah membuatnya menjadi sesuatu yang lebih berharga.

Ternyata, waktu bisa membuat sesuatu menjadi jauh lebih berharga sekaligus juga bisa membuatnya bernilai lebih rendah atau mungkin sama sekali tidak berharga.

Dalam sebuah film, ada percakapan seperti ini:

lucy“Sebuah mobil bergerak di jalan raya, kecepatannya terus meningkat hingga tak terhingga, dan mobil tersebut kemudian menghilang.
Lalu, apa bukti keberadaan mereka?
Waktu lah yang memberi keabsahan eksistensinya.
Waktu adalah satu-satunya yang nyata sebagai unit pengukuran.
Waktu memberikan bukti keberadaan sebuah materi.
Tanpa waktu, kita tidak ada!”

Jadi, mungkinkah waktu adalah satu-satunya yang nyata sebagai unit pengukuran?

Arti sebuah waktu

Bila sebuah benda bisa kita buat menjadi lebih panjang, lebih lebar atau lebih tinggi, tapi waktu tidak pernah bisa kita buat menjadi lebih cepat atau lebih lambat. Waktu akan selalu berjalan dengan ritme yang sama dan jumlah yang sama, 24 jam dalam satu hari. Meskipun berjalan dengan ritme yang sama, terkadang waktu bisa dirasakan berbeda-beda oleh setiap orang yang mengarunginya. Seperti yang pernah dikatakan oleh Henry Van Dyke:

Waktu terkadang terlalu lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu cepat bagi yang takut, terlalu panjang bagi yang gundah, dan terlalu pendek bagi yang bahagia. Tapi bagi yang selalu mengasihi, waktu adalah keabadian

BLOG-hour-glassMungkin dari anda pernah mengalami kejatuhan kotoran burung. Hanya sepersekian detik saja yang menentukan anda bisa kejatuhan kotoran itu. Dan bila itu terjadi, anda akan bilang, “Arghh, kalau aja tadi langkah kaki saya diperlambat, pasti tidak akan kena!” Anda pasti akan mengutuk satu detik yang telah membuat anda terkena kotoran burung itu.

Tapi di lain kejadian, mungkin anda bisa mengalami kejadian bertabrakan dengan seseorang ketika sedang berlari terburu-buru. Dan ternyata anda (pria) bertabrakan dengan seorang wanita yang cantik jelita, kemudian anda berkenalan, dan akhirnya bisa berpacaran. Bila itu benar-benar terjadi, anda pasti akan mensyukuri satu detik yang telah membuat anda bertabrakan dengan wanita tersebut.

Waktu bisa membuat kita bersyukur, dan tidak jarang juga membuat kita mengutuk dan menyesalinya. Namun yang pasti, waktu akan selalu memberikan kesempatan kepada kita untuk mengarunginya sekaligus memahami maknanya.

Time-Tracking1

  • Untuk memahami makna waktu 1 tahun, bertanyalah kepada seorang siswa yang gagal dalam ujian kenaikan kelas.
  • Untuk memahami makna waktu 1 bulan, bertanyalah kepada seorang ibu yang melahirkan anaknya secara prematur.
  • Untuk memahami makna waktu 1 hari, bertanyalah kepada seorang pekerja dengan gaji harian.
  • Untuk memahami makna waktu 1 jam, bertanyalah kepada seorang remaja yang sedang menunggu kekasihnya.
  • Untuk memahami makna waktu 1 menit, bertanyalah kepada seorang yang ketinggalan kereta
  • Untuk memahami makna waktu 1 detik, bertanyalah kepada seorang yang selamat dari kecelakaan.
  • Untuk memahami makna waktu 1 milidetik, bertanyalah kepada seorang pembalap F1 atau MotoGP yang meraih juara kedua.

Epilog

Tahukah Anda, bila dperhatikan secara seksama, iklan/advertisement jam (jam tangan atau jam dinding) pada umumnya akan menunjukkan pukul 10.10. Mengapa demikian? Karena bentuk jarum jam saat menunjukkan pukul 10.10 akan terlihat seperti sebuah mulut yang sedang tersenyum. πŸ™‚

shutterstock_1708173021Ingatlah, waktu adalah dimensi yang unik. Waktu akan terus berjalan, tanpa pernah bisa berhenti ataupun kembali. Alangkah indahnya bila kita bisa mengisi dan memaknainya dengan sebaik-baiknya. Sehingga kelak ketika kita meilhat kembali waktu-waktu yang telah dilewati, kita akan tersenyum bahagia. πŸ™‚

.

<<>>

Delft, 3 November 2014

Ditulis oleh seorang “Pengagum Waktu”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s