Apalah Arti Bahasa

.

Pernahkah kamu merasa nyaman berbicara lantang dengan bahasamu sendiri sementara orang-orang di sekitarmu justru tidak mengerti ucapanmu. Sesekali kamu mengomentari mereka sambil memalingkan wajah, mengelabui mereka, sehingga tiada satupun yang sadar bahwa sebenarnya mereka sedang dibicarakan olehmu. Kamu seakan menikmati ketidakmengertian mereka, menikmati keberbedaan bahasamu. Walaupun kadang kala terbersit angan di kepalamu, berharap ada diantara mereka yang paham sedikit ucapanmu.

.
Di momen lain, mungkin kamu juga pernah berada di tengah sebuah percakapan dengan bahasa yang asing bagimu? Lalu, kamu merasa sedikit penasaran tentang obrolan itu. Apa yang sedang mereka bicarakan? Apa mungkin sedang membicarakanku? Mungkin itu yang ada di kepalamu. Lalu kemudian timbul keinginanmu untuk mempelajari bahasa mereka, agar bisa mengerti dan berbaur bersama. Apakah itu akan menjadi lebih menyenangkan? Atau justru kamu sudah terlalu nyaman berjalan sendiri di tengah ocehan ramai yang tak kamu mengerti.

.
Ketika kamu bukanlah seorang yang ahli dalam mempelajari bahasa, mungkin saja kamu menjadi sangat iri terhadap orang-orang yang menguasai berbagai macam bahasa. Mereka yang bisa bergaul dengan siapapun dan kapanpun mereka mau. Tak perlu takut bingung dengan ocehan asing. Sampai suatu saat, mungkin mereka melupakan bahasa pertama yang mereka kuasai, karena terbiasa dengan bahasa lain yang dirasa jauh lebih menguntungkan. Tak ada salahnya tentu saja, selama mereka bisa mendifinisikan apa yang mereka mau dan apa yang lawan bicaranya mau.

.
Di saat hanya satu bahasa yang kamu kuasai, pernahkah kamu mengalami kebingungan dengan bahasamu itu? Satu kata memiliki banyak makna, satu kata yang kamu maksud mungkin saja dimengerti berbeda dengan orang lain. Atau mungkin juga kamu kesulitan untuk mencari kata yang tepat dalam mengungkapkan sesuatu dengan bahasamu.
Mungkinkah ada sesuatu yang belum terdefinisi dengan sebuah kata dalam bahasamu? Mungkin saja. Bila begitu, naif kah dirimu bila berharap bahasa lain bisa mendifinisikannya? Lalu kemudian, lagi-lagi timbul keinginan untuk mempelajari bahasa yang bukan bahasamu. Agar bisa mengungkapkan kata-kata yang tak bisa diungkapkan dengan bahasa aslimu, pikirmu.

.
Tunggu dulu, mengapa tidak kamu ciptakan saja kata baru untuk mendifinisikan hal yang tak terdefinisi itu? Bukankah bahasa juga merupakan suatu ciptaan, kebiasaan dan kesepakatan. Ah, memangnya siapa dirimu berani-beraninya menciptakan sebuah kata baru.

.
Kamudian kamu bertanya-tanya, manakah yang lebih bijak, mempelajari bahasa orang lain atau mengajarkan orang lain bahasamu?

.
Ketika kamu memutuskan untuk mempelajari bahasa lain, apakah tujuanmu? Apakah agar kamu tahu apa saja yang orang lain bicarakan, karena siapa tahu mereka membicarakanmu di depan hidungmu. Alasan yang menguntungkan bagi dirimu, tapi bukan bagi mereka tentunya. Karena kamu toh bisa saja mempermainkan mereka, menghina dengan bahasamu tanpa harus takut mereka akan mengerti. Apakah ini bisa dibilang curang?

.
Mengajarkan bahasamu kepada orang lain mungkin saja membuatmu terlihat lebih baik hati. Kamu membuat mereka mengerti setiap kata yang kamu ucapkan, dan tentu saja membuat dirimu tidak bisa lagi mengolok-ngolok dengan bahasamu. Tetapi, apakah orang-orang itu memang mau mempelajari bahasamu? Bagaimana kalau ternyata tidak ada satupun yang mau. Haruskah kamu memaksa, dengan dalih itu akan menguntungkan mereka. Bukankah itu justru terihat egois?

.
Ah sudahlah, terlalu rumit memang, terlalu banyak pertanyaan-pertanyaan. Mengapa Tuhan tidak menciptakan satu bahasa saja? Mengapa harus ada berbagai macam bahasa di muka bumi ini?

Bodoh, tentu saja untuk membuat hidup ini lebih berwarna!

<<>>

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s