“Sesuatu Yang Tertunda”

“Sesuatu Yang Tertunda”
-Padi-

Disini aku sendiri
Menatap relung-relung hidup
Aku merasa hidupku
Tak seperti yang kuinginkan

Terhampar begitu banyak
Warna kelam sisi hidup ku
Seperti yang mereka tahu
Seperti yang mereka tahu

Aku merasa disudutkan kenyataan
Menuntut diriku dan tak sanggup ku melawan
Butakan mataku semua tentang keindahan
Menggugah takutku menantang sendiriku

Temui cinta
Lepaskan rasa
Temui cinta
Lepaskan rasa

Disini aku sendiri
Masih seperti dulu yang takut
Aku merasa hidupku pun surut
Ku tumpulkan harap
Terkapar begitu rupa samar
Seperti yang kurasakan
Kenyataan itu pahit
Kenyataan itu sangatlah pahit

Temui cinta
Lepaskan rasa
Temui cinta
Lepaskan rasa

Advertisements

Puisi GIE

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa..
Pada suatu ketika yang kita ketahui.

Apakah kau masih selembut dahulu
memintaku meminum susu dan tidur yang lelap,
sambil membenarkan letak leher kemejaku?

Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih,
lembah mandalawangi..
Kau dan aku tegak berdiri melihat
hutan-hutan yang menjadi suram.
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin

Apakah engkau masih membelaiku semesra dahulu?
ketika ku dekap, kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat…

Apakah engkau masih akan berkata,
“ku dengar detak jantungmu”

Kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam CINTA…

(dicuplik dari Film Soe Hok Gie)

* Didedikasikan untuk seseorang….